Kenakan Bunga 1 Persen Per Hari, Apakah "Fintech" Bisa Disebut "Lintah Darat"?

Kompas.com - 28/04/2016, 18:31 WIB
Erwin Kurnia Winenda, Partner di kantor hukum Hanafiah Ponggawa & Partners (HPRP), menjelaskan mengenai fintech dan perkembangannya, dalam sebuah diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu. Aprillia Ika/KOMPAS.comErwin Kurnia Winenda, Partner di kantor hukum Hanafiah Ponggawa & Partners (HPRP), menjelaskan mengenai fintech dan perkembangannya, dalam sebuah diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Perusahaan rintisan digital atau startup yang berbasis jasa keuangan saat ini sedang marak. Perusahaan seperti ini disebut financial technology atau fintech.

Salah satu jasanya adalah menyediakan dana pinjaman secara cepat atau online lending, tetapi dengan bunga tinggi, yakni hingga 1 persen per hari. Jika dana dipinjam 30 hari, bisa saja bunga yang dikembalikan mencapai 30 persen, bukan?

Orang awam bisa saja menyebutnya sebagai "lintah darat" atas bunga tinggi yang dikenakan. Namun, benarkah sebutan itu?

Erwin Kurnia Winenda, partner di Kantor Hukum Hanafiah Ponggawa & Partners, mengatakan bahwa hal itu tidak benar jika ditilik dari jangka waktu pinjaman.

Sebab, si peminjam dana diberi keleluasaan untuk mengembalikan pinjaman, bahkan dalam waktu sehari atau dua hari saja. "Biasanya, customer yang meminjam dana itu memang untuk sesuatu hal yang sifatnya emergency," kata dia.

Misal, peminjam adalah guru yang butuh uang pada tanggal 25 untuk uang buku anaknya. Si guru ini tahu, pada tanggal 30, dia gajian sehingga bisa membayar utang di fintech tersebut.

Dengan demikian, dia dikenakan bunga 5 persen saja, jika hitungan bunga sebesar 1 persen per hari. "Itu tentunya lebih murah jika si guru harus pinjam ke lintah darat. Sehari, bunga lintah darat bisa 50 persen," lanjut Erwin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Erwin, fintech di Indonesia akan semakin berkembang, terutama untuk bentuk online lending dan crowdfunding. Bentuk usaha ini bukan masuk area jasa keuangan atau bisnis pembiayaan (multifinance).

Sebab, bentuknya hanya web portal yang berfungsi sebagai perantara, yakni antara pemodal dan pihak peminjam. Namun, pihak pendana sering tidak ditampilkan.

"Aturan OJK Nomor 24 Tahun 2014, ada kriteria multifinance. Salah satunya, bentuk pengembalian dana dalam cicilan, melibatkan pihak ketiga atau tidak dalam memberikan dana cash. Sementara itu, online lending berikan pinjaman langsung dalam cash, dan pengembaliannya juga cash," papar Erwin.

Bagaimana pendanaan online lending ini? Menurut Erwin, mereka biasanya menggunakan holding company sebagai pendana. Bisa saja, pemiliknya adalah bank. (Baca: Pengaruh Munculnya "Start-up" Jenis "Fintech" pada Industri Keuangan di Indonesia)

Menurut Erwin, pihaknya sering berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk fintech dengan jenis usaha online lending ini. Erwin berupaya untuk memasukkan jenis usaha ini ke jenis usaha pembiayaan.

Namun, menurut OJK, mereka belum pernah menemui usaha seperti ini sehingga berhati-hati untuk menempatkan dan mengaturnya.
 
Saat ini, Kantor Hukum Hanafiah Ponggawa & Partners membawahi tiga klien fintech, yakni Modalku, Uang Teman, dan Doktor Rupiah. (Baca: OJK Berencana Atur "Startup" Bidang "Fintech")

Kompas TV Akses UMKM ke Lembaga Keuangan Diperbesar
 


 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina Targetkan Blok Rokan Bisa Produksi 180.000 Barel per Hari di 2022

Pertamina Targetkan Blok Rokan Bisa Produksi 180.000 Barel per Hari di 2022

Whats New
Generasi Milenial Makin Tertarik Investasi Saham dan Reksa Dana

Generasi Milenial Makin Tertarik Investasi Saham dan Reksa Dana

Earn Smart
Ini Daftar Tiket Pesawat yang Didiskon Hingga 80 Persen di GATF 2021

Ini Daftar Tiket Pesawat yang Didiskon Hingga 80 Persen di GATF 2021

Whats New
Cara Isi Saldo ShopeePay Lewat DANA, Alfamart, dan Indomaret

Cara Isi Saldo ShopeePay Lewat DANA, Alfamart, dan Indomaret

Spend Smart
PPKM Level 3 Serentak Batal, Okupansi Hotel Diprediksi Meningkat

PPKM Level 3 Serentak Batal, Okupansi Hotel Diprediksi Meningkat

Whats New
Garuda Indonesia Tawarkan Diskon Tiket Pesawat Hingga 80 Persen di GATF 2021

Garuda Indonesia Tawarkan Diskon Tiket Pesawat Hingga 80 Persen di GATF 2021

Spend Smart
Juda Agung dan Aida S. Budiman Resmi Jadi Calon Deputi Gubernur BI

Juda Agung dan Aida S. Budiman Resmi Jadi Calon Deputi Gubernur BI

Whats New
Besok, Presiden Jokowi akan Resmikan Bandara Tebelian di Kalbar

Besok, Presiden Jokowi akan Resmikan Bandara Tebelian di Kalbar

Rilis
Indonesia Kembali Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan IMO 2022-2023

Indonesia Kembali Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan IMO 2022-2023

Whats New
Menko Airlangga: Kebijakan Pemulihan Ekonomi Sudah Berada di Jalur yang Benar

Menko Airlangga: Kebijakan Pemulihan Ekonomi Sudah Berada di Jalur yang Benar

Rilis
Erick Thohir Ganti Dirut PT Sang Hyang Seri

Erick Thohir Ganti Dirut PT Sang Hyang Seri

Rilis
Soal Penempatan PMI, Menaker Nilai MoU dengan Malaysia Harus Segera Rampung

Soal Penempatan PMI, Menaker Nilai MoU dengan Malaysia Harus Segera Rampung

Whats New
Dibayangi Ketidakpastian, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Tembus 5 Persen di 2022

Dibayangi Ketidakpastian, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Tembus 5 Persen di 2022

Whats New
INACA: Terjadi Fenomena Menarik di Industri Penerbangan Nasional Saat Pandemi

INACA: Terjadi Fenomena Menarik di Industri Penerbangan Nasional Saat Pandemi

Whats New
Menkop UKM Pastikan Debitur KUR Korban Erupsi Semeru Dapat Perlakuan Khusus

Menkop UKM Pastikan Debitur KUR Korban Erupsi Semeru Dapat Perlakuan Khusus

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.