Muhammad Fajar Marta

Wartawan, Editor, Kolumnis 

Kegagalan Bank Sentral Bernama BI Rate

Kompas.com - 29/04/2016, 07:08 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorAmir Sodikin

Mengapa inflasi harus dikendalikan?

Jika inflasi dibiarkan terus naik akibat permintaan yang tinggi, maka justru akan merugikan perekonomian.

Kenaikan harga barang yang tidak terkendali akan membuat pertumbuhan ekonomi macet karena akhirnya semua orang tidak bisa membeli barang.

Perekonomian akan mengalami hard-landing atau turun secara drastis.

Inflasi yang tidak terkendali juga akan membuat banyak orang jatuh miskin karena nilai kekayaannya tergerus. Orang miskin pun akan semakin menderita.

Karena itulah, inflasi harus dikendalikan agar pertumbuhan tetap melaju dengan stabil dan berkelanjutan.

 

Tidak efektif

Nah, bagaimana efektivitas BI Rate selama hampir 11 tahun ini dalam mengendalikan inflasi?

Ternyata BI Rate tak cukup efektif untuk mengendalikan inflasi.

Buktinya, pencapaian inflasi di akhir tahun selalu meleset dari target yang dicanangkan di awal tahun.

Bahkan, setelah target inflasi direvisi di pertengahan tahun, pencapaiannya di akhir tahun juga meleset.

Ambil contoh tahun 2005, yang merupakan tahun pertama BI Rate digunakan.

Pada APBN 2005, inflasi ditargetkan sebesar 5,5 persen.

Namun, pada akhir tahun 2005, inflasi ternyata bertengger di level 17,11 persen, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Contoh lainnya, tahun 2008, target inflasi dipatok 6,5 persen.

Pada pertengahan tahun, tepatnya pada APBN Perubahan (APBNP) 2008, target inflasi direvisi menjadi 6,5 persen.

Faktanya, diakhir tahun, inflasi mencapai 11,1 persen.

 

Selanjutnya: Gagal mengantisipasi inflasi rendah

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.