Wow! Pemerintah Ternyata Bersiap Tambah Utang Rp 27 Triliun

Kompas.com - 29/04/2016, 07:31 WIB
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah ternyata telah menyiapkan skenario tambahan utang untuk menambal pelebaran defisit anggaran negara tahun ini. Tambahan utang itu menjadi skenario perubahan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2016.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pelebaran defisit menjadi salah satu risiko fiskal pada tahun ini.

Penyebabnya ialah penerimaan pajak yang rendah. Kemungkinan kecilnya penerimaan pajak tahun ini didasarkan pada capaian penerimaan pajak tahun lalu yang hanya Rp 1.060,8 triliun atau 82 persen dari target.

Risiko pelebaran defisit semakin besar karena harga minyak mentah pada tahun ini masih rendah, sekitar 30–31 dollar AS per barel. Perkiraan tersebut lebih rendah dibanding dengan asumsi harga minyak dalam APBN 2016 sebesar 50 dollar AS per barel.

Dengan kondisi itu, maka pemerintah memperkirakan adanya pelebaran defisit anggaran maksimal, hingga 2,5 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan perkiraan pelebaran defisit mencapai angka tersebut, pemerintah harus menambah pembiayaan hingga Rp 46 triliun.

Suahasil mengatakan, pemerintah telah menyiapkan tambalan dana pelebaran defisit sebesar Rp 19 triliun dari sisa anggaran lebih (SAL) tahun lalu. "Sisanya Rp 26 triliun sampai Rp 27 triliun diambil dari pasar," kata Suahasil, dalam acara peluncurun buku Laporan Perekonomian Indonesia 2015, di gedung Bank Indonesia, Kamis (28/4/2016).

Pemerintah berencana mengajukan RAPBNP 2016 pada Mei 2016. Pemerintah masih berharap akan ada tambahan penerimaan dari kebijakan Pengampunan Pajak atau tax amnesty yang saat ini masih dibahas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Penerbitan SBN

Dalam APBN 2016, pemerintah mematok defisit anggaran sebesar Rp 273,2 triliun atau 2,15 persen terhadap PDB. Rencananya defisit tersebut akan dipenuhi dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dengan total gross Rp 542,2 triliun, penarikan pinjaman luar negeri Rp 75,1 triliun, dan penarikan pinjaman dalam negeri Rp 3,7 triliun.

Sampai kuartal pertama 2016, pemerintah telah menerbitkan SBN bruto sebesar Rp 262,4 triliun. Dengan demikian sisa SBN bruto yang akan diterbitkan sampai akhir tahun sebesar Rp 279,8 triliun.

Menurut Suahasil, tambahan utang sebesar Rp 26 triliun sampai Rp 27 triliun nantinya sebagian besar bersumber dari penerbitan SBN. SBN menjadi andalan karena utang dari pinjaman luar negeri memiliki keterbatasan.

Ekonom Bahana Securities Budi Hikmat menilai, rasio utang pemerintah terhadap PDB masih aman dibandingkan negara lain. Persepsi pasar juga masih positif karena arus modal asing masih masuk (capital inflow). Per akhir Maret 2016, capital inflow ke tercatat 4,9 miliar dollar AS. (Adinda Ade Mustami, Asep Munazat Zatnika)


Kompas TV Hingga Februari 2016, Utang Luar Negeri Indonesia Meningkat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber KONTAN


Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengintip Gaji Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

Mengintip Gaji Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

Whats New
Utang Pemerintah Tembus Rp 7.496 Triliun, Kemenkeu Bilang Masih Aman

Utang Pemerintah Tembus Rp 7.496 Triliun, Kemenkeu Bilang Masih Aman

Whats New
Bagaimana Peran Industri Telekomunikasi Mendukung Potensi Startup di Indonesia?

Bagaimana Peran Industri Telekomunikasi Mendukung Potensi Startup di Indonesia?

Whats New
Biaya Rp 2.500, Simak Cara Transfer Antarbank via BI Fast di BRImo

Biaya Rp 2.500, Simak Cara Transfer Antarbank via BI Fast di BRImo

Spend Smart
Jasindo Salurkan Pendanaan Senilai Rp 900 Juta untuk Kelompok Tani Ternak di Tulungagung

Jasindo Salurkan Pendanaan Senilai Rp 900 Juta untuk Kelompok Tani Ternak di Tulungagung

Whats New
Upaya Subholding Gas Pertamina Tingkatkan Penggunaan dan Pengembangan Infrastruktur Gas Bumi

Upaya Subholding Gas Pertamina Tingkatkan Penggunaan dan Pengembangan Infrastruktur Gas Bumi

Whats New
Bakal Ditinjau Jokowi, Pekerjaan Kavling Kawasan Inti IKN Nusantara Dimulai Januari 2023

Bakal Ditinjau Jokowi, Pekerjaan Kavling Kawasan Inti IKN Nusantara Dimulai Januari 2023

Whats New
Kompasianival Hadir Kembali Secara Offline, Angkat Tema 'Kelana Masa Depan'

Kompasianival Hadir Kembali Secara Offline, Angkat Tema "Kelana Masa Depan"

Rilis
Pelaku Industri Properti Optimistis Bisnis Tetap Tumbuh Positif Tahun Depan

Pelaku Industri Properti Optimistis Bisnis Tetap Tumbuh Positif Tahun Depan

Whats New
Tak Setuju Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen, Petani Tembakau Usul 5 Persen

Tak Setuju Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen, Petani Tembakau Usul 5 Persen

Whats New
Telefast, Volta, dan MCAS Group Kerja Sama Kembangkan Bisnis Kendaraan Listrik

Telefast, Volta, dan MCAS Group Kerja Sama Kembangkan Bisnis Kendaraan Listrik

Whats New
Ada Tren Kenaikan Suku Bunga BI, Ini Dampaknya ke Bunga Simpanan Bank

Ada Tren Kenaikan Suku Bunga BI, Ini Dampaknya ke Bunga Simpanan Bank

Whats New
Yakin Produksi Beras Dalam Negeri Cukup, Mentan: Cek Saja Data BPS

Yakin Produksi Beras Dalam Negeri Cukup, Mentan: Cek Saja Data BPS

Whats New
Survei Grab: Mie Instan dan Nasi Goreng adalah Menu yang Paling Banyak Dipesan di GrabMart dan GrabFood

Survei Grab: Mie Instan dan Nasi Goreng adalah Menu yang Paling Banyak Dipesan di GrabMart dan GrabFood

Whats New
Menteri Teten Resmi Pecat PNS Kemenkop UKM Pelaku Kekerasan Seksual

Menteri Teten Resmi Pecat PNS Kemenkop UKM Pelaku Kekerasan Seksual

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.