Perkuat Kerja Sama Industri Baja, Indonesia Gandeng Jepang

Kompas.com - 02/05/2016, 06:47 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dengan Jepang terus memperkuat kerjasama dalam bidang industri baja. Upaya itu salah satunya dilakukan melalui pertemuan dalam Forum Indonesia-Japan Steel Dialog (IJSD) ke-6 tahun 2016 di Tokyo, Jepang, yang berlangsung pada Rabu (27/4/2016) pekan lalu.  

IJSD merupakan Forum Konsultasi industri baja antara IISIA (Asosiasi Industri Baja Indonesia), yang didampingi Kementerian Perindustrian, dan JISF (Asosiasi Industri Baja Jepang), yang didampingi METI (Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang).

"Kami terus dorong industri baja untuk memperlebar produksi dan investasi sehingga menopang industri lain seperti otomotif, permesinan dan elektronika, selain baja untuk konstruksi," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Minggu (1/5/2016), menanggapi pertemuan tersebut.

Menurut dia, pemerintah Indonesia sudah beberapa kali tegas mendesak Jepang dan negara lain untuk lebih aktif memperkuat struktur industri di Indonesia.

Pada sektor otomotif misalnya, jika sebelumnya lebih marak perakitan, kini beberapa pabrikan mulai membangun pabrik mesin dan komponen. Begitu juga dengan elektronika dan produksi mesin.

"Produk akhir sudah dibeli masyarakat kita, sudah semestinya proses produksi juga memberi keuntungan ke dalam negeri. Forum dialog khusus baja seperti itu juga demi mempercepat pendalaman industri, menegaskan posisi serta visi industri kita," jelas Saleh.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan menambahkan, pembentukan Forum IJSD pada tahun 2011 dilatarbelakangi kerja sama ekonomi Indonesia dan Jepang dalam kerangka “Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA)” yang ditandatangani pada 2008.

“Pembentukan forum ini juga didorong oleh pentingnya rantai pasok industri di kedua negara yang dapat dilihat dari banyaknya investasi Jepang di Indonesia khususnya yg berbahan baku baja,” ujar dia.

Putu merinci, beberapa investasi Jepang di Indonesia yang terjadi setelah ada forum ini antara lain PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) dan PT JFE Steel Galvanizing yang memproduksi CRC dan BjLS untuk mendukung bahan baku industri otomotif, permesinan dan elektronika.

"Investasi masing-masing sebesar 400 juta dollar AS (Kapasitas 400 ribu ton/tahun) dan 325 juta dollar AS (Kapasitas 300 ribu ton/tahun). Disamping itu juga ada PT Krakatau Osaka Steel (KOS) dgn investasi 200 juta dollar AS yang memproduksi steel bar dan baja profil untuk mendukung industri konstruksi dan pembangunan infrastruktur," papar dia.

Sementara itu, menurut Atase Perindustrian di Tokyo, realisasi investasi Jepang di Indonesia pada 2015 meningkat 6 persen dibanding 2014. Tercatat pada 2015 sebesar 2,87 miliar dollar AS dan menyerap 115.400 tenaga kerja.

“Utamanya investasi didominasi sektor manufaktur khususnya otomotif, elektronika, kimia dan farmasi. Komitmen investasi Jepang pada 2015 mencapai 8,1 miliar dollar AS atau meningkat 95 persen dari tahun sebelumnya,” kata Doddy.

Kompas TV Ledakan Pabrik Baja Karawang
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.