Kompas.com - 02/05/2016, 18:14 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Panen raya khususnya komoditas beras sudah terjadi beberapa bulan belakangan.

Namun, dampak dari panen raya belum banyak dirasakan oleh konsumen, apalagi petani.

Bahkan ironisnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan terjadi penurunan daya beli petani tanaman pangan sebesar 2 persen pada April 2016 dibandingkan sebulan sebelumnya, dan penurunan sebesar 3,44 persen dibandingkan April 2015.

Di tengah panen raya, petani tanaman pangan justru nombok.

Nilai Tukar Petani (NTP) tanaman pangan melorot di bawah 100, di level 98,68.

"Penurunan harga gabah yang drastis tidak direspons oleh penurunan harga beras secara signifikan," kata Kepala BPS Suryamin, di Jakarta, Senin (2/5/2016).

Akibatnya, indeks harga yang dibeli petani lebih besar dibandingkan dengan yang diterima.

Di sisi lain, kata Suryamin, penurunan harga beras yang harusnya signifikan karena panen raya juga tidak dinikmati oleh konsumen.

Padahal sejak Februari lalu, harga gabah sudah turun banyak.

Rata-rata harga gabah Maret 2016 sudah turun 9,76 persen dibandingkan Februari.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.