Butuh Banyak Kereta, KAI Berencana Akuisisi INKA

Kompas.com - 03/05/2016, 17:10 WIB
Gerbong kereta api penumpang buatan PT Inka Madiun dikirimkan ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (31/3/2016). KOMPAS.com/AHMAD FAIZALGerbong kereta api penumpang buatan PT Inka Madiun dikirimkan ke Bangladesh melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (31/3/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro membenarkan perihal rencana akuisisi PT KAI terhadap PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA).

Edi mengatakan, pihaknya pernah menyampaikan keinginan akuisisi tersebut ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Pernah ada diskusi soal itu (akusisi). Saya pernah menyampaikan kepada Kementerian BUMN. INKA masuk ke KAI bisa dilakukan penghematan, tetapi berapa penghematannya belum kita hitung," ujar Edi kepada wartawan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Alasan KAI ingin mengakuisisi INKA adalah untuk memenuhi kebutuhan kereta api dalam mendukung program percepatan pembangunan Trans Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua.

"Kebutuhan kereta api untuk Trans Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua cukup besar," imbuh Edi.

Adapun kebutuhan kereta api KAI dalam tiga tahun ke depan adalah sebanyak 890 kereta.

Rencananya, jika akuisisi terlaksana diharapkan mampu memenuhi kebutuhan KAI sebanyak 300 kereta per tahunnya.

Edi menyebutkan, penambahan 300 kereta per tahun pun bakal menggeser kereta-kereta berusia tua di atas 31 tahun.

Adapun keuntungan jika akuisisi terlaksana, KAI bisa dengan mudah memesan kereta api ke INKA dan tak lagi mengimpor bahan baku dari luar.

"kalau INKA berada dibawah kereta api langsung, kalau kita punya pabrik, kan enak. Jadi nanti tinggal pakai saja sesuai order," tambah Edi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X