Kasus Investasi Bodong, Reliance Laporkan Mantan Karyawannya ke Bareskrim

Kompas.com - 09/05/2016, 13:52 WIB
Kantor Reliance Securities Kompas.com/ Iwan SupriatnaKantor Reliance Securities
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Reliance Securities Tbk melalui kuasa hukumnya telah melaporkan EP Larasati ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia dengan tanda bukti laporan bernomor LP/47/V/2016/Bareskrim.

Managing Partner AFS Lawyers, Andi F Simangunsong selaku konsultan hukum Perseroan mengatakan, EP Larasati adalah mantan karyawan Reliance Securities yang diduga melakukan tindak pidana yang merugikan Reliance Securities.

"Ini penipuan murni yang dilakukan Larasati, minggu lalu sudah dilaporkan ke Bareskrim," ujar Andi kepada wartawan di Kantor Reliance, Jakarta, Senin (9/5/2016).

Adapun isi pelaporan, terkait pencatutan nama dan logo yang telah disalahgunakan oleh Larasati. "Isi laporan terkait pencatutan nama dan logo, dalam hal ini Reliance dicatut namanya," imbuh Andi.

Andi menyebut, Larasati sudah tidak lagi menjadi bagian dari Reliance Securities sejak April 2014. Oleh karena itu, segala tindakan yang dilakukan Larasati menjadi tanggung jawab pribadi dan tidak mengikat Reliance Securities.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus Reliance Securities mencuat ke permukaan menyusul adanya aduan dari salah satu investor bernama Alwi Susanto yang mengaku dana investasi miliknya bersama sang adik, Sutanni, senilai total Rp 3,95 miliar tidak bisa kembali sejak jatuh tempo Desember 2015.

Investasi tersebut menjanjikan imbal hasil antara sembilan hingga 12 persen dengan jangka waktu antara 3, 6 dan 12 bulan. Minimal investasi sebesar Rp 250 juta. Sebagai pemanis, imbal hasil diserahkan di awal penempatan dana.

Hanya saja, dana investasi investor tidak ditransfer ke rekening Reliance, melainkan ke rekening PT Magnus Capital.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.