Atasi Sawah Kering, Kementan Gelar Tripartit Irigasi Waduk Jatigede

Kompas.com - 10/05/2016, 16:16 WIB
Kementerian Pertanian, Kamis (21/4/2016), menurunkan tim yang dipimpin Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian, Ani Andayani dan Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Budi Indra Setiawan, meninjau dan memastikan kemampuan aliran air Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, dalam memasok kebutuhan air bagi petani. Dok Kementerian PertanianKementerian Pertanian, Kamis (21/4/2016), menurunkan tim yang dipimpin Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian, Ani Andayani dan Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Budi Indra Setiawan, meninjau dan memastikan kemampuan aliran air Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, dalam memasok kebutuhan air bagi petani.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) tengah membangun konsep tata kelola air irigasi Waduk Jatigede yang dikenal dengan Tripartit.

Koordinasi konsep irigasi Waduk Jatigede juga melibatkan Dinas Pertanian dari Pemda Bogor, Sumedang, Cirebon dan Indramayu.

"Waduk Jatigede sudah mulai operasional, kita ingin sistem irigasi dapat terkoordinasi agar efisien dan mewujudkan pertanian berkelanjutan," kata Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Ani Andayani Selasa (10/5/2016)

Tripartit digelar untuk memastikan pengalirannya melalui bendung rentang dapat terdistribusi untuk sungai Cimanuk.

Di sisi lain dirancang pula pengelolaan saluran irigasi lainnya bagi Kabupaten Indramayu dan Cirebon agar termanfaatkan oleh petani padi sawah.

"Adapun di wilayah hulu, Kementerian LHK bersinergi dengan kementerian PUPR untuk membuat daerah tangkapan air, misalnya dalam bentuk Green Belt atau bangunan penahan air," terang Ani.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Widianto mengatakan, saat ini tengah dilakukan konstruksi jaringan irigasi dengan air sungai tetap mengalir.

Tujuannya agar air mengalir dan dapat dimanfaatkan petani.

"Teknologi ini hemat biaya dan waktunya pengaliran lebih singkat dibandingkan dengan cara menutup total," kata Widianto.

Tripartit tengah ancang-ancang menyusun master plan guna merancang irigasi primer, sekunder hingga ke tersier atau bahkan sampai ke kuarter. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.