Harga Produk Unilever Tidak Tergantung Harga BBM Semata

Kompas.com - 10/05/2016, 19:48 WIB
Pabrik PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkel, Sumatera Utara. Pabrik berkapasitas 206.000 ton oleochemicals per tahun itu diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, hari Kamis (26/11/2015). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIPabrik PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkel, Sumatera Utara. Pabrik berkapasitas 206.000 ton oleochemicals per tahun itu diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, hari Kamis (26/11/2015).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada pertengahan Maret lalu, PT Pertamina (Persero) telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk premium Rp 200 per liter, dan pada 30 Maret 2016 Pertamina kembali menurunkan harga Rp 200 per liter.

Dengan demikian Pertamina telah menurunkan harga premium sebesar Rp 400 per liter menjadi Rp 6.450 per liter.

Dengan penurunan harga tersebut masyarakat umumnya berharap harga-harga barang ikut turun.

Namun, meskipun harga BBM turun, produsen tidak serta merta menurunkan harga produknya.

Governance and Corpotare Affairs Director & Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Sancoyo Antarikso mengatakan, sebagai produsen produk-produk kebutuhan rumah tangga, Unilever perlu mempertimbangkan berbagai sisi dalam memutuskan penurunan maupun kenaikan harga.

"Kita lihat pergerakan rupiah, pergerakan harga CPO dan banyak lainnya. Banyak faktor yang harus kita perhitungkan terkait harga jual," ujar Sancoyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Sancoyo menyebutkan, pada Februari 2016 Perseroan justru menaikkan harga rata-rata semua produknya sebesar 1,7 persen.

Menurut Sancoyo, Unilever  tidak bisa mengorbankan kualitas produk yang diberikan ke masyarakat hanya demi harga yang lebih murah.

"Kualitas yang lebih kita kedepankan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.