RNI Berencana Gandeng Swasta Benahi Pabrik Gula yang Rugi

Kompas.com - 12/05/2016, 17:15 WIB
Menteri BUMN, Rini M Soemarno, Direktur Utama PT RNI, Didik Prasetyo, Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi, bersama-sama menarik tambang sebagai simbol dihentikannya musim giling tahun 2015. Rini bersama pihak terkait, sedang menganalisa terkait rencana revitalisasi sejumlah Pabrik Gula. KOMPAS.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONMenteri BUMN, Rini M Soemarno, Direktur Utama PT RNI, Didik Prasetyo, Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi, bersama-sama menarik tambang sebagai simbol dihentikannya musim giling tahun 2015. Rini bersama pihak terkait, sedang menganalisa terkait rencana revitalisasi sejumlah Pabrik Gula.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Rajawali Nusantara Indah Persero (RNI) berencana bekerja sama dengan pihak swasta untuk membenahi dan memperbaiki Pabrik Gula (PG) yang masih merugi.

Direktur Utama PT RNI Didik Prasetyo mengatakan saat ini, pabrik gula yang merugi terdapat di daerah Cirebon, di Subang, Tersana baru, dan Sindang laut.

"Khusus untuk Subang memang kami lagi lakukan rencana dengan mitra, mitranya lagi dipilih-pilih. Nah yang daftar ada lima dan rata-rata dari swasta," ujar Didik, usai Operasi Pasar Gula di Pasar Palmerah, Jakarta, Kamis (11/5/2016).

Dia menjelaskan dari lima yang mendaftar itu rata-rata dari perusahaan asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia. Misal dari Malaysia, Australia, dan India yang dijuluki ahli gula.

"Harapannya nanti subang ini kan ada Hak Guna Usaha (HGU), dengan ada kerja sama itu paling tidak akan lebih optimal karena kan lokasinya dengan dekat dengan jakarta," ucapnya.

Untuk Pabrik gula di Tersana Baru dan Sindang Laut pada dasarnya adalah tebu rakyat ,maka yang akan dilakukan antara lain perbaikan di pabrik, dan pembenahan di perkebunan tebu.

Didik juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya bisa memasukkan tebu itu dengan kriteria Manis, Bersih, segar (MBS) yang selama ini selama terabaikan.

Terkait kerugian pabrik gula, ia berharap di 2016 ini bisa turun mencapai Rp 75 miliar-Rp 80 miliar.

"Paling tidak dalam dua tahun (2016-2017) tahun Cirebon bisa untung. Jika gak, rugi kan dampaknya ke masyarakat langsung," tuturnya.

Kompas TV Sembako Mahal, Kementan Gelar Operasi Pasar



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X