Kasus "Ground Handling" Tak Berpengaruh terhadap Kinerja Angkasa Pura II

Kompas.com - 19/05/2016, 17:48 WIB
Direktur Keuangan PT Angkasa Pura ll, Andra Y Agussalam (posisi di tengah) Iwan SupriyatnaDirektur Keuangan PT Angkasa Pura ll, Andra Y Agussalam (posisi di tengah)
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan sanksi berupa pembekuan izin perusahaan jasa pelayanan penumpang dan barang (ground handling) yang melayani maskapai penerbangan Lion Air dan Air Asia.

Sanksi ini diberikan lantaran perusahaan jasa ground handling tersebut melakukan kesalahan mengantar penumpang penerbangan Internasional di terminal domestik.

Padahal seharusnya penumpang dibawa ke terminal Internasional untuk dilakukan clearance imigrasi.

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura ll, Andra Y Agussalam mengatakan, pembekuan izin tersebut tidak berpengaruh pada kinerja perseroan.

"Tidak ada pengaruhnya ke AP II, karena itu kaitannya adalah layanan yang dilakukan airlines," ujar Andra kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Secara rinci Andra menyebutkan, pendapatan AP II berasal dari garbarata fee, counter tiket, service cash dan lainnya.

Sehingga, meskipun ground handling dibekukan, hal tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan ke kinerja AP II.

"Ground handling kan itu urusannya airlines, kita kan pendapatannya dari garbarata fee, counter tiket, service cash dan lainnya," sebut Andra.

Untuk tahun 2016 ini, AP II menargetkan pendapatan sebesar Rp 7,5 triliun.

Angka tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 5,6 triliun. 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X