KPPU Turun Awasi "Ribut-Ribut" Lion Air, Ini Kata Kemenhub

Kompas.com - 24/05/2016, 07:16 WIB
Kantor KPPU Daniel Prabowo/KONTANKantor KPPU
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempersilahkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun tangan terkait keputusan Lion Air menunda 227 frekuensi penerbangannya.

"Ya monggo KPPU keputusannya seperti apa," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamuraharjo di Jakarta, Senin (23/5/2016).

Kemarin, KPPU mengatakan bahwa penghentian rute selama satu bulan oleh Lion Air tanpa alasan yang jelas.

KPPU menilai ada penyalahgunaan bisnis di industri penerbangan.

Seperti diketahui, Lion Air merupakan maskapai yang memiliki pangsa pasar penerbangan yang besar mencapai 40 persen di industri penerbangan nasional.

Hal inilah yang membuat KPPU turun tangan mengawasi persaingan usaha maskapai.

Sementara itu terkait permintaan KPPU kepada Kemenhub untuk menghapus tarif batas bawah penerbangan, Hemi menanggapinya dengan santai.

Menurutnya tarif batas bawah merupakan tarif referensi bagi maskapai agar tidak mematok harga tiket dengan sangat murah.

Kemenhub melihat ada keterkaitan antara tarif murah dengan aspek keselamatan penerbangan.

"Kami tidak ingin teman-teman airline perang tarif. Sehingga kalau enggak diatur nanti hanya pikir pasar dan lupakan masalah maintance. Makanya ada tarif referensi. Bukan tarif batas bawah tapi tarif referensi," kata Hemi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X