Ancaman Serangan Siber Makin Canggih, Pebisnis Harus Siap Antisipasi

Kompas.com - 30/05/2016, 05:30 WIB
Shutterstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan riset Gartner Inc, pelaku bisnis akan terus meningkatkan anggaran belanja solusi keamanan teknologi informasi (TI) setiap tahun.

Anggaran belanja solusi TI diprediksi akan mencapai 101 miliar dollar AS pada 2018.

Namun, naiknya anggaran belanja solusi TI ini tidak menjamin masalah keamanan TI teratasi.

Menurut Gartner, para chief information security officer (CISO) tetap tidak yakin bisa sepenuhnya menjamin keamanan data perusahaan.

Dalam kondisi tersebut, perusahaan yang menyediakan layanan solusi keamanan TI terus bertumbuh. Salah satunya adalah Defenxor.

Defenxor adalah merek milik PT Defender Nusa Semesta, penyedia layanan solusi TI. Saat ini Defenxor bekerja sama dengan Computrade Technology International, penyedia solusi infrastruktur TI terkemuka di kawasan Asia Tenggara.

Pekan lalu, Defenxor yang mengklaim sebagai inovator dalam penyedia solusi security intelligence, risk, dan compliance, mengumumkan secara resmi kesiapan fasilitas security operations center (SOC) di Indonesia.

SOC ini didesain untuk memberikan layanan pengelolaan keamanan fungsi TI secara komprehensif kepada para pelaku bisnis di seluruh Indonesia.

SOC akan berlokasi di Centennial Tower, Jakarta. SOC diperkuat oleh para profesional di bidang keamanan TI yang berpengalaman dan bersertifikat internasional.

Layanan SOC memberikan analisis dan peringatan dini akan kondisi keamanan jaringan sistem TI secara real-time.

Sehingga, para pelaku bisnis dapat mengantisipasi dan memitigasi resiko serangan siber.

“Pelaku bisnis saat ini telah menyadari bahwa ancaman serangan siber yang makin canggih dan kompleks bisa berakibat fatal dan menentukan keberlangsungan bisnis," kata Toto A Atmojo, Presiden Direktur Defenxor, melalui keterangan pers.

Namun kerumitan pengadaan, deployment, hingga pengelolaan solusi keamanan TI menjadi kendala bagi pelaku bisnis untuk membangun fasilitas keamanan TI, tambah dia.  

Halaman:


EditorAprillia Ika

Close Ads X