Kompas.com - 01/06/2016, 16:50 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

"Dengan teknologi sekarang, di mana pun anda di Indonesia kita bisa monitor, nomor BPKB-nya jelas itu, nomer KTP dan paspornya jelas, lalu dikawinkan nomer mesin dan BPKB, kalau lain, tembak (saja kapalnya)," ucap dia.

"Jadi sudahlah jangan pura-pura tidak tahu takut diinfiltrasi dan sebagainya, itu paranoid. Kenapa saya seperti ini? kita kalah jauh dari tetangga kita. Kamu datang aja ke Singapura, ribuan yacht ada disana," lanjut Arief.

Meski mengkritik, ia bersyukur lantaran Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli sudah menindaklanjuti permintaannya untuk mencabut atau memperlonggar sejumlah regulasi di kementerian lain.

Baginya regulasi-regulasi itu dianggap menghambat pertumbuhan pariwisata bahari.

"Mungkin (cerita saya) terlalu detail, poinnya adalah regulasi kita menjerat kita sendiri, pendekatan kita lebih ke security, bukan service. Itu yang harus ditekankan," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.