Indonesia Lakukan Aktivasi Kerja Sama Ekspor ke Yordania

Kompas.com - 02/06/2016, 09:00 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

SURABAYA, KOMPAS.com - Berbagai terobosan dilakukan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia.

Ditjen PEN menggandeng Kedutaan Besar Yordania di Jakarta dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur untuk mengadakan aktivasi pengembangan kerja sama ekspor bagi 60 pelaku usaha di Surabaya.

“Aktivasi kerja sama pengembangan ekspor ini digelar untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke Yordania dan salah satu upaya mengatasi defisit perdagangan," jelas Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN Dody Edward, Rabu (1/6/2016), di Surabaya, melalui keterangan pers ke Kompas.com.

Nantinya para pelaku usaha Indonesia akan lebih memahami karakteristik potensi dan kendala di pasar Yordania. Selain itu, pelaku usaha juga dapat memperoleh informasi secara lebih detail tentang pasar Yordania.

Saat ini, neraca perdagangan Indonesia-Yordania masih mengalami defisit. Defisit perdagangan ini dipicu oleh besarnya impor non-migas Indonesia dari Yordania.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2015 Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar 65,54 juta dollar AS dengan Yordania.  

Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Yordania pada 2015 tercatat sebesar 95,23 juta dollar AS.  Sementara impor nonmigas Indonesia dari Yordania pada tahun yang sama tercatat sebesar 160,78 juta dollar AS.

Pada periode Januari-Maret 2016, nilai total perdagangan Indonesia-Yordania tercatat sebesar 57,51 juta dollar AS.

Ekspor Indonesia ke Yordania sebesar 21,75 juta dollar AS meliputi produk nonmigas, seperti kayu lapis, pasta, ikan olahan tuna, kertas, dan ban.

Sementara, itu impor Indonesia dari Yordania sebesar USD 35,76 juta yang meliputi produk nonmigas, produk nonmigas, produk senyawa kimia (seperti kalsium fosfat, asam fosfat, potasium klorida), limbah kertas dan limbah tembaga.

Sementara itu, Duta Besar Yordania untuk Indonesia Walid Al Hadid, dalam sambutannya, menjelaskan potensi pasar Yordania dan peluang kerja sama perdagangan antara pelaku usaha Indonesia dengan Yordania dalam mendorong peningkatan ekspor Indonesia ke pasar Yordania.

Walid memaparkan peluang Indonesia untuk meraih surplus. Menurutnya, Indonesia perlu melihat produk yang diimpor Yordania dari dunia seperti mobil, produk otomotif dan suku cadangnya, furnitur, makanan olahan (biskuit, wafer dan roti), serta kopi.

Produk-produk tersebut juga diekspor Indonesia ke berbagai negara lainnya. Dengan demikian, diharapkan Indonesia juga mampu memenuhi kebutuhan pasar Yordania tersebut.

Kompas TV Dollar Terus Menguat, Sampai Kapankah?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X