Waralaba di Indonesia Masih Didominasi "Brand "Asing

Kompas.com - 03/06/2016, 15:51 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, jumlah waralaba di Indonesia mencapai 351. Dari jumlah itu, hanya sekitar 16,7 persennya sudah menggunakan merek dalam negeri.

"Baru sekitar 55 waralaba saja yang menggunakan brand Indonesia, sisanya brand asing," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perdaangan Srie Agustina di acara Internasional Franchise (IFRA) 2016 di Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Menurut dia, kondisi tersebut cukup menjadi perhatian agar ke depannya waralaba asal Indonesia mampu bersaing di tingkat regional Asean.

Di Asean, kata Srie, jumlah waralabanya mencapai 3.704. Indonesia sendiri menyumbang 18,4 persen atau sekitar 700 waralaba. Namun, 700 waralaba itu baru sebatas potensi saja. Artinya, waralaba tersebut belum mencatatkan kegiatan usahanya.

Untuk itu pemerintah meminta Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) untuk terus mendorong para anggotanya agar bisa mengembangkan brand Indonesia.

Ketua AFI Anang Sukandar mengakui kalau perkembangan waralaba Indonesia belum tumbuh maksimal. Padahal kehadiran Asosiasi Franchise Indonesia sudah ada sejak 1991 silam, atau 25 tahun lalu.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa waralaba Indonesia harus berkembang pesar lantaran memiliki potensi yang besar.

Di tataran global, waralaba telah membuktikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Sektor usaha tersebut tercatat mampu menciptakan 8,9 juta lapangan pekerjaan bagi penduduk bumi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.