Peredaran Uang Palsu Meningkat

Kompas.com - 03/06/2016, 16:22 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas saat memantau tempat penukaran uang di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Senin (22/7/2013). KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SDeputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas saat memantau tempat penukaran uang di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Senin (22/7/2013).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas menyatakan, jumlah uang palsu yang beredar mengalami peningkatan.

Adapun upaya pemberantasan dan tindak pencegahan uang palsu dilakukan bank sentral bersama dengan kepolisian.

"Uang palsu ada peningkatan jumlah. BI mencatat terakhir ditemukan oleh polisi ada 18.000 lembar. Sudah tertangkap orangnya," kata Ronald di Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Kerjasama BI dengan kepolisian untuk menjerat pelaku pengedar uang palsu dengan hukuman pidana, kata Ronald, dimaksudkan untuk memberikan efek jera.

Selain itu, bank sentral juga bekerjasama dengan pengadilan untuk meningkatkan hukuman.

Ronald menjelaskan, daerah penemuan uang palsu terbesar di Pulau Jawa.

Adapun peningkatan peredaran uang palsu diakui Ronald mengalami peningkatan antara 13 hingga 15 persen dan terjadi setiap tahun.

"Tiap tahun memang ada peningkatan, umumnya 13 sampai 15 persen," terang Ronald.

Untuk mencegah meluasnya peredaran uang palsu, Ronald menyatakan bank sentral selalu mengedukasi dan melakukan sosialisasi Cikur atau Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah.

Selain itu, bank sentral juga mensosialisasikan metode 3D alias Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

"Kalau lihat uang di pojok kanan ada dicetak dengan tinta khusus. Paling gampang kita kenali benang pengaman dan kertasnya biasanya agak kasar," ungkap Ronald.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X