Jokowi Minta Harga Daging Sapi Rp 80.000, Ini Strategi Menteri Pertanian

Kompas.com - 06/06/2016, 19:49 WIB
Pedagang daging meugang berjejer di pasar dadakan di Jalan Daut Dariyah, Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (4/6/2016) pagi. KOMPAS.com/RAJA UMARPedagang daging meugang berjejer di pasar dadakan di Jalan Daut Dariyah, Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (4/6/2016) pagi.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Pertanian Amran Sulaiman secara khusus di Kantor Presiden, Senin (6/6/2016).

Jokowi bertanya mengenai perkembangan harga pangan di Indonesia.

Khusus daging sapi, Presiden meminta harga turun dari harga yang saat ini menjadi Rp 80.000 atau Rp 85.000 per kilogram.

Amran pun menjelaskan strategi yang telah dilakukan, khususnya untuk menekan harga daging sapi potong di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

"Kami sudah potong rantai pasokan daging lokal dari NTT ke Jakarta. Harganya, yaitu Rp 85.000 per kilogram. Artinya, ya (seharusnya) sudah turun," ujar Amran setelah dia dipanggil Presiden.

Selain itu, Bulog telah melakukan operasi pasar di sejumlah titik di Indonesia.

Bulog telah menjual 1.800 ton daging sapi lokal di titik-titik itu dengan harga Rp 80.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Uniknya, kami tanya apakah ada untung (dengan harga itu). Ternyata (pengusaha) sudah untung Rp 5.000 per kilogram," ujar Amran.

Bulog juga bekerja sama dengan koperasi untuk menyalurkan daging-daging sapi lokal dengan harga sesuai dengan perintah dari Presiden.

Saat disinggung fakta bahwa harga tersebut belum merata di semua daerah di Indonesia, Amran mengakuinya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.