Kompas.com - 08/06/2016, 03:30 WIB
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf di Kantor KPPU, Jakarta, Selasa (7/6/2016) Yoga SukmanaKetua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf di Kantor KPPU, Jakarta, Selasa (7/6/2016)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengintai para importir sapi yang mendapatkan kuota impor dari pemerintah.

"Ada 55 importir yang kurang lebih mendapat kuota impor, nah kita awasi mereka itu," ujar Ketua KPPU Syarkawi Rauf di Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Menurut Syarkawi, tidak semua para importir daging sapi yang mendapatkan tugas dari pemerintah merupakan importir besar.

Dari 55 importir, ia memperkirakan hanya ada 5-7 importir saja yang merupakan importir yang mendapat kuota impor besar.

Pemerintah telah memutuskan untuk membuka keran impor daging sapi menjelang puasa.

Hal itu menyusul permintaan Presiden Joko Widodo bahwa harga daging sapi harus turun menjadi Rp 80.000 per kg.

Menteri Perdagangan Thomas Lembong menuturkan, pemerintah sudah memberikan penugasan kepada Bulog untuk mengimpor daging sapi sebanyak 10.000 ton, Berdikari 5.000 ton, dan kerja sama dengan PT Darmajaya 500 ton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada juga impor daging oleh pihak swasta sekitar 20.000 ton.

Siang tadi, pasca dipanggil Presiden Jokowi, Lembong mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan sudah menerbitkan izin impor daging sapi untuk swasta sebanyak 23.200 ton.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.