Bisnis Warteg: Bukan Dirazia tapi Dikelola

Kompas.com - 13/06/2016, 18:48 WIB
Saeni (53), warga Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten merapikan warung makanannya di Jalan Cikepuh, Kota Serang, Sabtu (11/6/2016). Warung itu dirazia Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang karena berjualan saat jam beribadah puasa, Rabu (8/6) sekitar pukul 12.30. Masyarakat yang bersimpati menghimpun dana untuk Saeni. KOMPAS/DWI BAYU RADIUSSaeni (53), warga Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten merapikan warung makanannya di Jalan Cikepuh, Kota Serang, Sabtu (11/6/2016). Warung itu dirazia Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang karena berjualan saat jam beribadah puasa, Rabu (8/6) sekitar pukul 12.30. Masyarakat yang bersimpati menghimpun dana untuk Saeni.
EditorWisnubrata

Berita tentang bisnis warteg Bu Eni yang dirazia menuai simpati. Dalam dua hari terkumpul Rp 265 juta sumbangan dalam bentuk uang untuk membantu kelanjutan bisnisnya. Terlepas dari yang bersikap pro dan kontra, bagaimana kalau kita berlomba-lomba mengusulkan perbaikan?

War-Teg (baca: Warung Tegal)

Bisnis keluarga seperti ini luar biasa, dibuat semurah mungkin, mudah diakses terutama oleh kalangan mahasiswa, bisa memberi hutang bayar di akhir bulan, dan di kebanyakan tempat nampak bersih dan mengebul.

Penjualnya berpakaian sederhana tidak ada seragam khusus, kebanyakan orang daerah dengan logat khas kota Tegal.

Kabarnya para pebisnis warteg ini punya rumah mewah di kampung asalnya seperti di Sidapurna dan Sidakaton. Apapun, ini bukan urusan kita, itulah hasil kerja keras mereka selama ini.

Menyerupai bisnis musiman, bisnis warteg juga ada waktunya harus libur. Namun di benak pebisnis biasanya tertanam prinsip -prinsip seperti ini: Ehm…bukannya bisnis itu tidak boleh berhenti?

Jadilah pebisnis yang mampu menangkap peluang kapan saja, pelanggan yang tidak wajib puasa atau tidak puasa tetap harus dilayani, dan banyak lagi prinsip lainnya.

Biasanya prinsip-prinsip ini dianggap “wajib dilakoni” oleh para pemula atau pebisnis yang sedang mencari tambahan penghasilan untuk mengatasi masalah keuangan keluarganya.

Ternyata bukan hanya di bulan Ramadhan bisnis makanan kurang pembeli di waktu siang hari. Bagaimana ketika hari Lebaran tiba? Kebanyakan orang cenderung ingin makan ketupat dan kue dibanding makanan warteg.

Nasib pedagang warteg dialami juga oleh pedagang makanan lainnya seperti kue lebaran yang hanya laku di bulan Ramadhan dan Syawal, pedagang baju sekolah yang hanya laku keras di bulan Juni dan Juli.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
BP Tapera Akan Kembalikan Dana Pensiun PNS, Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

BP Tapera Akan Kembalikan Dana Pensiun PNS, Ini Dokumen yang Perlu Disiapkan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X