Dengan Dua Negara Ini, Defisit Perdagangan RI Hampir 10 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 15/06/2016, 14:56 WIB
|
EditorM Fajar Marta

Di sisi impor, Suryamin menegaskan impor barang konsumsi dari kedua negara perlu ditekan.

"Sekarang kan yang meningkat barang konsumsi," ucap Suryamin.

Catatan BPS, barang-barang yang banyak diimpor dari Thailand diantaranya yaitu gula dan kembang gula, gandum-ganduman, kosmetik, serta karet dan barang dari karet.

Sementara itu, untuk golongan bahan baku/penolong atau barang modal, Suryamin menyarankan barang-barang yang sudah bisa diproduksi oleh industri dalam negeri sebaiknya tidak didatangkan dari impor.

Bahan baku/penolong dan barang modal banyak diimpor dari China, antara lain mesin/pesawat mekanik, mesin/peralatan listrik, bahan kimia organik, plastik dan barang dari plastik, filamen buatan, dan pupuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.