Pembangunan Kilang Tuban Masih Terkendala Persoalan Lahan

Kompas.com - 22/06/2016, 16:57 WIB
Ilustrasi kilang minyak AP PHOTO / GERALD HERBERTIlustrasi kilang minyak
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun masuk sebagai salah satu proyek strategis nasional, namun hingga saat ini proyek kilang minyak Tuban, Jawa Timur masih terkendala isu lahan.

Atas dasar itu, pemerintah menggelar rapat Koordinasi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) pada Rabu (22/6/2016).

Rapat membahas perkembangan kilang minyak Tuban, kilang minyak Bontang, jalan tol trans Sumatera ruas Pekanbaru-Dumai, jalan tol trans Jawa ruas Serang-Panimbang, serta SPAM Umbulan.

Direktur Program KPPIP Wahyu Utomo menjelaskan, lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kilang minyak Tuban merupakan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Ternyata di situ ada rencana pembangunan Pelabuhan Awar-awar, juga mau bangun. Nah ini dibahas bagaimana pemanfaatan lahan ini bisa optimal," kata Wahyu kepada wartawan.

Kesimpulan rapat KPPIP soal ini, sebagian tanah milik KLHK seluas 15 hingga 20 hektare akan digunakan untuk pelabuhan.

Wahyu mengatakan, PT Pertamina (Persero) dipersilakan mencari lahan sekitar target area apabila masih kekurangan lahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain isu bahwa lahan yang sama juga akan digunakan untuk pembangunan Pelabuhan Awar-awar, ada pula isu yang terkait dengan keberadaan tanah kas desa.

Penggunaan tanah kas desa untuk proyek kilang minyak Tuban, praktis harus dilakukan penggantian.

Masalahnya kata Wahyu, berdasarkan peraturan Kementerian Dalam Negeri, penggantian tanah kas desa harus berada di kawasan desa yang sama.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X