Menperin: Konsumsi dan Permintaan Kopi Dunia Terus Meningkat

Kompas.com - 24/06/2016, 10:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan peluang pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri masih cukup besar karena seiring tingginya potensi konsumsi kopi dan permintaan kopi dunia yang terus menanjak.

“Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata lebih dari 7 persen per tahun. Hal ini didorong karena pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat,” ungkap Menperin, dalam keterangan resminya, Jumat (24/6/2016).

Menperin menuturkan, Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar dengan produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton per tahun atau 8,9 persen dari produksi kopi dunia.

Dari data Kemenperin mencatat ekspor produk kopi olahan tahun 2015 mencapai 356,79 juta dollar AS atau meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun 2014.

Ekspor produk kopi olahan ini didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, China dan Uni Emirat Arab.

Sementara itu, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Willem Petrus Riwu mengatakan, sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia, Indonesia bertekad meningkatkan kualitas produksi kopi setiap tahunannya secara berkesinambungan.

“Untuk itu, kami terus memperkenalkan produk-produk kopi terbaik Indonesia sesuai indikasi geografis,” tegas Willem.

Indikasi geografis merupakan tanda yang menunjukkan daerah asal produk itu berdasarkan faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, yang memberikan ciri dan kualitas tertentu.

“Pada 2008, indikasi geografis pertama dikeluarkan di Bali untuk melindungi petani yang menanam kopi di daerah Kintamani, sehingga dinamakan Kopi Kintamani Bali,” tuturnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 12 daerah telah mematuhi persyaratan kualitas dari indikasi geografisnya dan berkomitmen untuk memperketat kualitas kontrol dari produknya.

“Hingga saat ini, lebih dari 1,5 juta petani kopi rakyat kecil di Indonesia. Langkah demi langkah penyebaran daerah indikasi geografis akan memberikan mereka kesempatan unik untuk mengakses pasar internasional,” paparnya.

Kompas TV Mengenal Cita Rasa Kopi Bag. 1

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X