Penghasilannya Tergerus, Organda Minta Mudik Gratis Pakai "Voucher" Saja

Kompas.com - 28/06/2016, 17:00 WIB
Bus Pahala Kencana yang melayani angkutan mudik di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Senin (21/7/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusBus Pahala Kencana yang melayani angkutan mudik di Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Senin (21/7/2014).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pengusaha angkutan darat mengaku, penghasilnya tergerus akibat banyaknya program mudik gratis yang dilakukan oleh pemerintah hingga perusahaan.

Organisasi Angkutan Darat (Organda) yang menaungi para pengusaha angkutan umum meminta pemerintah untuk meninjau ulang program mudik gratis menggunakan bus.

"Sudah kami dorong (mudik gratis pakai voucher), tahun depan kami akan dorong (pemerintah) lebih serius lagi," ujar Sekretaris Jenderal Organda Ateng Aryono di Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Ia menjelaskan, voucher mudik gratis yang nantinya diberikan kepada masyarakat adalah voucher bus reguler, bukan bus pariwisata.

Selama ini program mudik gratis tidak melibatkan operator bus reguler tapi bus pariwisata.

Lantaran hal itu, para pengusaha bus merasa penghasilnya menjadi tergerus. Padahal seperti diketahui, mudik Lebaran kerap jadi ajang "panen raya" para pengusaha bus.

Organda berjanji akan komitmen memenuhi standar pelayanan minimum bus-bus yang akan dioperasikan untuk mudik nantinya.

"Pasti, pastilah. Keselamatan itu mutlak. Selanjutnya pelayanan supaya kami tetap dipercaya masyarakat," kata Ateng.

Kompas TV Jasa Marga Siapkan Pasukan Pengaman Arus Mudik
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.