Libur Lebaran, KCJ Tak Kurangi Perjalanan Commuter Line

Kompas.com - 04/07/2016, 19:56 WIB
Salah seorang calon penumpang menjajal mesin tiket kereta rel listrik (KRL) commuter line yang terpasang di Stasiun Sudirman, Sabtu (9/1/2016). Tampak di sebelahnya ada salah seorang petugas yang membantu mendampingi penumpang yang hendak melakukan transaksi. Kompas.com/Alsadad RudiSalah seorang calon penumpang menjajal mesin tiket kereta rel listrik (KRL) commuter line yang terpasang di Stasiun Sudirman, Sabtu (9/1/2016). Tampak di sebelahnya ada salah seorang petugas yang membantu mendampingi penumpang yang hendak melakukan transaksi.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan tetap mengoperasikan Kereta Api Listrik (KRL) Commuter Line sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Vice President Komunikasi Perusahaan KCJ, Eva Chairunisa mengatakan perusahaan tidak akan mengurangi jumlah perjalanan KRL. Dengan kebijakan itu, calon penumpang tetap dapat naik KRL sesuai jadwal keberangkatan yang ditetapkan. "Ini adalah bentuk pelayanan KCJ bagi masyarakat yang ingin mudik maupun berlibur di sekitar wilayah Jabodetabek pada masa Lebaran tahun ini," kata Eva dala keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Senin (4/7/2016).

Eva menuturkan, saat ini KCJ mengoperasikan 898 perjalanan KRL per hari, dengan menggunakan 75 rangkaian KRL yang terdiri dari rangkaian dengan formasi 12 gerbong, 10 gerbong, dan 8 gerbong. "Dengan frekuensi perjalanan dan kekuatan armada tersebut, PT KCJ dapat melayani rata-rata 885.642 penumpang setiap harinya. Jumlah ini diperkirakan tidak akan banyak berubah pada masa Lebaran tahun ini," imbuhnya.

Eva memperkirakan penumpang KRL akan memadati sejumlah stasiun di dekat lokasi wisata, seperti Bogor dan Ancol. Khusus di Stasiun Ancol, kata Eva, akan ada bus jemputan untuk penumpang yang bisa mengantarkan ke kawasan Taman Impian Jaya Ancol.

Eva juga mengungkapkan mulai 3 Juli 2016 KCJ akan menerapkan tiket pulang-pergi (PP) pada Tiket Harian Berjaminan (THB). Ini dilakukan untuk memudahkan penumpang tanpa membeli tiket pulang saat berpergian. "Dengan menggunakan THB PP, pengguna cukup mengisi relasi perjalanan di stasiun keberangkatan saja," pungkas Eva.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X