Studi: Cadangan Minyak AS Kalahkan Arab Saudi dan Rusia

Kompas.com - 06/07/2016, 11:37 WIB
shutterstock Diperkirakan, cadangan minyak bumi dalam negeri, yang merupakan sumber utama energi Indonesia, akan habis pada 2025.

NEW YORK, KOMPAS.com - Sebuah studi terbaru menemukan bahwa Amerika Serikat untuk pertama kalinya memiliki cadangan minyak lebih banyak ketimbang Arab Saudi dan Rusia. Padahal, kedua negara tersebut adalah negara pengekspor minyak terbesar dunia.

Rystad Energy mengestimasi cadangan minyak di AS dari ladang-ladang yang sudah ada, sudah ditemukan, maupun belum ditemukan mencapai kisaran 264 miliar barel.

Sementara itu, cadangan minyak di Arab Saudi mencapai 212 miliar barel dan Rusia mencapai 256 miliar barel.

Analisis tersebut berdasarkan pada 60.000 ladang minyak di seluruh dunia dan dilakukan selama 3 tahun oleh Rystad Energy yang berkantor di Oslo, Norwegia.

Riset tersebut melaporkan pula bahwa total cadangan minyak dunia saat ini mencapai 2,1 triliun barel. Menurut Rystad Energy, total cadangan minyak global tersebut 70 kali lipat dari rata-rata produksi minyak saat ini, yakni 30 miliar barel minyak mentah per tahun.

Adapun produsen minyak konvensional seperti Arab Saudi menggunakan kekayaan minyak mereka untuk menggenggam kekuatan secara global, khususnya terhadap konsumen besar seperti AS.

Namun demikian, hubungan semacam itu terdisrupsi dalam beberapa tahun terakhir dengan adanya teknologi baru yang membantu AS mengungkap cadangan-cadangan minyak. Pada akhirnya, AS pun lebih independen dalam hal energi.

"Ada sedikit potensi untuk kejutan-kejutan di masa depan di banyak negara, tapi di AS kejutan itu benar-benar ada. Tiga tahun lalu, AS berada di belakang Rusia, Kanada, dan Arab Saudi," ujar Per Magnus Nysveen, analis di Rystad Energy.

Nysveen menyatakan, penemuan sumber minyak baru di Permian Basin di negara bagian Texas dan New Mexico saat ini merupakan area produksi minyak paling menjanjikan di AS.

Lebih dari separuh cadangan minyak AS adalah minyak serpih non tradisional dan Texas saja memiliki lebih dari 60 miliar minyak serpih. Namun demikian, data lain seperti BP Statistical Review yang didasarkan pada laporan resmi otoritas nasional menyebut AS masih berada di belakang Arab Saudi, Rusia, Kanada, Irak, Venezuela, dan Kuwait. Sumber: http://www.cnbc.com/2016/07/05/us-oil-reserves-surpass-those-of-saudi-arabia-and-russia.html



EditorCaroline Damanik
SumberCNBC

Close Ads X