Pinang 7 Bank, Menkeu Yakin Tak Ada Kecemburuan akibat "Tax Amnesty"

Kompas.com - 14/07/2016, 15:30 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah hanya menunjuk 7 bank untuk menampung dana repatriasi Tax Amnesty. Bank-bank tersebut disebut bank persepsi.

Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro yakin penunjukan bank persepsi tidak akan menimbulkan kecemburuan di kalangan perbankan nasional.

"Enggak (akan menimbulkan iri). Banknya banyak kok yang masuk (bank persepsi)," ujar Bambang di Jakarta, Kamis (14/7/2016). Menurut dia, pemerintah sudah memiliki pertimbangan memilih 7 bank sebagai bank persepsi.

Bank-bank tersebut haruslah bank yang memiliki buku III dan IV serta berbadan hukum di Indonesia. Ketujuh bank tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Selain itu, bank swasta yang ditunjuk sebagai bank persepsi adalah PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk.

Saat ini, bank-bank tersebut sedang mempersiapkan diri menampung dana dari kebijakan tax amnesty.

BTN misalnya, mempersiapkan produk khusus yang sudah dimiliki untuk menampung dana repatriasi, yakni Efek Beragun Aset (EBA).

Produk lainnya antara lain deposito, NCD (Negotiable Certificate of Deposit), dan obligasi.

Meski begitu, penerapan tax amnesty diprediksi belum bisa berjalan mulus lantaran UU Pengampunan Pajak secara resmi digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Kompas TV Perhimpunan Advokat Gugat UU "Tax Amnesty"
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.