Paska "Brexit," IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

Kompas.com - 19/07/2016, 22:39 WIB
Foto patung Winston Churchill menghadap AP Photo/Matt DunhamFoto patung Winston Churchill menghadap "Houses of Parliament" London, Jumat (24/6/2016).
|
EditorM Fajar Marta

LONDON, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2016 sebesar 0,1 persen menjadi 3,1 persen.

Revisi tersebut dilakukan IMF paska referendum yang membawa Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

Meskipun demikian, IMF mengaku kesulitan dalam memprediksi dampak Brexit. IMF pun memperingatkan bahwa angka revisi proyeksi tersebut dapat tampak terlalu optimistis dan tidak menutup kemungkinan apabila ternyata faktanya malah lebih buruk.

"Dengan (dampak) Brexit belum terlalu terlihat, meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan politik, kecenderungan dampak lebih negatif dari batas bawah semakin meningkat," kata IMF seperti dikutip dari CNN Money, Selasa (19/7/2016).

Para investor dan kalangan dunia usaha mencemaskan Brexit lantaran belum ada satu negara pun yang meninggalkan Uni Eropa sebelumnya.

Belum jelas seperti apa akses menuju pasar Uni Eropa yang akan dinegosiasikan oleh Inggris.

Pemerintah Inggris menyatakan proses formal keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang sejatinya dilakukan selama dua tahun tidak akan dilakukan pada tahun ini.

Dengan demikian, proses "perceraian" itu kemungkinan belum terjadi sampai setidaknya tahun 2019.

IMF memberikan dua skenario pesimis terkait pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2016 dan 2017 tergantung bagaimana dampak Brexit.

Skenario "penurunan" menyatakan pertumbuhan ekonomi global bisa mencapai 2,9 persen tahun ini dan skenario "parah" menyatakan 2,8 persen.

Pertumbuhan ekonomi global belum pernah lebih lemah dari 3 persen sejak tahun 2009 silam. Kala itu, ekonomi dunia terpukul akibat krisis keuangan global.

IMF juga memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi Inggris sebesar 0,2 persen menjadi 1,7 persen pada tahun 2016 dan 0,9 persen menjadi 1,3 persen pada tahun 2017.

Prediksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat juga dipangkas 0,2 persen menjadi 2,5 persen pada tahun 2016 ini.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

E-Toll Akan Diganti Sistem MLFF, Jasa Marga: Kami Masih Tunggu Pemerintah

E-Toll Akan Diganti Sistem MLFF, Jasa Marga: Kami Masih Tunggu Pemerintah

Whats New
Bahlil: Tesla, LG hingga Foxconn Berencana Bangun Pabrik di Batang, Jawa Tengah

Bahlil: Tesla, LG hingga Foxconn Berencana Bangun Pabrik di Batang, Jawa Tengah

Whats New
Pertagas Catatkan Kinerja Positif Sepanjang 2021, Laba Bersih Capai 127,2 Juta Dollar AS

Pertagas Catatkan Kinerja Positif Sepanjang 2021, Laba Bersih Capai 127,2 Juta Dollar AS

Rilis
Tak Naikkan BBM, Menkeu: Kas Pertamina Sudah Defisit Rp 35,28 Triliun

Tak Naikkan BBM, Menkeu: Kas Pertamina Sudah Defisit Rp 35,28 Triliun

Whats New
Rampung Pertengahan 2023, Pembangunan Makassar New Port Sudah Capai 86,9 Persen

Rampung Pertengahan 2023, Pembangunan Makassar New Port Sudah Capai 86,9 Persen

Whats New
Apa Itu Kartu Kredit: Definisi, Untung Rugi, dan Syarat Memilikinya

Apa Itu Kartu Kredit: Definisi, Untung Rugi, dan Syarat Memilikinya

Whats New
E-Toll Bakal Digantikan MLFF, BRI: Mempengaruhi Kinerja Brizzi

E-Toll Bakal Digantikan MLFF, BRI: Mempengaruhi Kinerja Brizzi

Whats New
Kejar Target Diresmikan Juni 2022, Pengerjaan Tol Cibitung-Cilincing Dikebut

Kejar Target Diresmikan Juni 2022, Pengerjaan Tol Cibitung-Cilincing Dikebut

Whats New
Lengkap, Ini Rincian Biaya Haji 2022 per Embarkasi

Lengkap, Ini Rincian Biaya Haji 2022 per Embarkasi

Spend Smart
Anggaran Bansos APBN 2022 Naik Rp 18,6 Triliun, Totalnya Jadi Rp 431,5 Triliun

Anggaran Bansos APBN 2022 Naik Rp 18,6 Triliun, Totalnya Jadi Rp 431,5 Triliun

Whats New
Cara Membuat SKCK Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Cara Membuat SKCK Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Calon Investor Bertambah, Wanaartha Life Belum Sampaikan Skema Pembayaran

Calon Investor Bertambah, Wanaartha Life Belum Sampaikan Skema Pembayaran

Whats New
Tunda Rencana IPO 2 Anak Usaha, Pelindo: Kami Masih Punya Dana Besar

Tunda Rencana IPO 2 Anak Usaha, Pelindo: Kami Masih Punya Dana Besar

Whats New
Cerita Penjual Masker Pasar Pramuka: Dulu Sehari Bisa Jual Berkarton-karton, Kini 10 Boks Saja Sudah Lumayan...

Cerita Penjual Masker Pasar Pramuka: Dulu Sehari Bisa Jual Berkarton-karton, Kini 10 Boks Saja Sudah Lumayan...

Work Smart
Disetujui Jokowi, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik

Disetujui Jokowi, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.