Pengusaha Industri Makanan dan Minuman Tolak Penerapan Cukai Plastik

Kompas.com - 20/07/2016, 22:37 WIB
Ilustrasi botol plastik. Wikimediacommons/EffeietssandersIlustrasi botol plastik.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah rencananya akan mengenakan tarif cukai pada kemasan plastik  karena kemasan plastik dianggap memberikan dampak negatif bagi lingkungan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan pihaknya menolak atas rencana pemerintah tersebut.

"Gapmmi menolak bersama 16 asosiasi lainnya," ujar Adhi kepada Kompas.com, Rabu (20/7/2016).

Menurut Adhi ada banyak hal yang kontraproduktif bila kebijakan tersebut benar-benar dijalankan, seperti penurunan penjualan, menurunnya investor masuk ke Indonesia hingga lapangan kerja yang menurun.

"Daya saing memburuk, penurunan penjualan, investor menurun minatnya masuk Indonesia, harga dan inflasi naik, beban konsumen meningkat, lapangan kerja menurun. Dampak tidak langsung ke sektor lain termasuk ke logistik distribusi," papar Adhi.

Menurutnya, bila cukai kemasan plastik dijalankan, pemerintah tidak akan mendapatkan income yang maksimal, dan saat ini pun sampah kemasan plastik baik botol minuman dan cup makanan sudah dapat didaur ulang karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

"Sedangkan pemerintah tidak mendapatkan manfaat apa-apa bahkan pendapatan negara turun menurut kajian ekonom UI. Dan pengendalian sampah plastik juga tidak tercapai karena memang yang disasar sampah botol dan cup plastik tidak ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun tidak mengotori lingkungan. Ada nilai jual yang dijalankan oleh pemulung dan recycle industri," jelas Adhi.

Adhi menekankan, seharusnya pemerintah melakukan kajian ulang dan mengedepankan kepentingan nasional.

"Pemerintah harus kaji ulang dan mencari sumber pendanaan lain yang lebih baik, nasional interest harus dikedepankan," pungkas Adhi.

Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan DPR RI akan membahas bersama rencana pungutan cukai kemasan plastik pada pekan depan.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Sukses Kembangkan Eatlah, Charina Prinandita Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Sukses Kembangkan Eatlah, Charina Prinandita Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Whats New
BI Catat Transaksi Uang Elektronik Melonjak 42 Persen, Apa Pendorongnya?

BI Catat Transaksi Uang Elektronik Melonjak 42 Persen, Apa Pendorongnya?

Whats New
IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Ada Antrean Panjang Pencairan BPUM, Ini Kata Kemenkop UKM

Ada Antrean Panjang Pencairan BPUM, Ini Kata Kemenkop UKM

Whats New
Mau Cari Tambahan THR? Coba Berburu Saham yang Tebar Dividen Ini

Mau Cari Tambahan THR? Coba Berburu Saham yang Tebar Dividen Ini

Earn Smart
Cair H-10 Lebaran, Ini Besaran THR yang Diterima PNS

Cair H-10 Lebaran, Ini Besaran THR yang Diterima PNS

Whats New
Indonesia Ekspor Cysteine ke Amerika Serikat Senilai 800.000 Dollar AS

Indonesia Ekspor Cysteine ke Amerika Serikat Senilai 800.000 Dollar AS

Whats New
Deretan Anak Muda Indonesia yang Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia

Deretan Anak Muda Indonesia yang Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia

Work Smart
Begini Cara Jadi Wanita Mandiri secara Finansial

Begini Cara Jadi Wanita Mandiri secara Finansial

Work Smart
[POPULER MONEY] Penjelasan Sandiaga soal Tempat Wisata Dibuka tetapi Mudik Dilarang | Cek Penerima BPUM 2021 di Eform.bri.co.id

[POPULER MONEY] Penjelasan Sandiaga soal Tempat Wisata Dibuka tetapi Mudik Dilarang | Cek Penerima BPUM 2021 di Eform.bri.co.id

Whats New
Grab Masuk Emtek, Ini Rencana Pengembangan Bisnisnya

Grab Masuk Emtek, Ini Rencana Pengembangan Bisnisnya

Whats New
Kompaknya Luhut dan Sandiaga Sambut Investasi UEA Rp 7 Triliun di Aceh

Kompaknya Luhut dan Sandiaga Sambut Investasi UEA Rp 7 Triliun di Aceh

Whats New
Pimpin Perusahaan Ventura di Usia Muda, Dua Pemuda Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Pimpin Perusahaan Ventura di Usia Muda, Dua Pemuda Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Work Smart
Cek Peluang CPNS Ikatan Dinas, Ini 10 Sekolah Favorit dan Sepi Peminat

Cek Peluang CPNS Ikatan Dinas, Ini 10 Sekolah Favorit dan Sepi Peminat

Whats New
Jadi Pengusaha Sukses di Usia Muda, Tiga Perempuan Indonesia Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Jadi Pengusaha Sukses di Usia Muda, Tiga Perempuan Indonesia Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X