Perbankan Singapura Rela Bayar 4 Persen Dana Tebusan Pengampunan Pajak WNI

Kompas.com - 21/07/2016, 14:40 WIB
Ketua Kadin Indonesia Rosan  P Roeslani di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (21/7/2016). KOMPAS.com/Yoga SukmanaKetua Kadin Indonesia Rosan P Roeslani di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (21/7/2016).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengakui, bank-bank besar di Singapura sudah memberikan tawaran menggiurkan agar harta para pengusaha Indonesia tetap disimpan di Negeri Singa tersebut.

Bank-bank Singapura rela membayar 4 persen uang tebusan repatriasi aset milik warga Indonesia yang disimpan di negara itu.

"Memang itu sudah ditawarkan oleh bank-bank besar Singapura," ujar Ketua Kadin Indonesia Rosan  P Roeslani di Kompleks Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Menurut Kadin, upaya tersebut merupakan bukti banyaknya harta WNI yang berada di Singapura.

Selama ini, dana-dana WNI di Singapura banyak dinilai memberikan sumbangsih besar bagi pertumbuhan ekonomi negara yang luas wilayahnya tidak lebih dari luas Jakarta tersebut.

"Upaya menahan ini (bukti) memang ada dana signifikan di Singapura," kata Rosan.

Meski mendapatkan tawaran menggiurkan, Kadin mengatakan bahwa pihaknya mendukung amnesti pajak.

Menurut Kadin, harta-harta WNI yang berada di luar negeri, termasuk di Singapura, sudah saatnya kembali ke Indonesia untuk memberikan sumbangsih terhadap pembangunan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X