Hasanudin Abdurakhman
Doktor Fisika Terapan

Doktor di bidang fisika terapan dari Tohoku University, Jepang. Pernah bekerja sebagai peneliti di dua universitas di Jepang, kini bekerja sebagai General Manager for Business Development di sebuah perusahaan Jepang di Jakarta.

Pendidikan dan Wirausaha, Terobosan untuk Memberantas Kemiskinan

Kompas.com - 21/07/2016, 16:49 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorWisnubrata

Saya selalu mengenang Emak sebagai perempuan hebat. Ia menjadi motor penggerak keluarga kami untuk keluar dari kemiskinan. Tidak hanya kami, ia memberi inspirasi kepada orang-orang di kampung kami untuk melakukan hal yang sama, keluar dari kemiskinan. Emak melakukan 2 hal: pendidikan dan wirausaha.

Emak begitu getol untuk menyekolahkan anak-anaknya, meski di kampung kami dulu belum ada sekolah. Ia kirim anaknya sekolah ke kampung lain, hanya untuk sekedar masuk SD. Ia dorong Ayah untuk menggerakkan orang kampung agar membangun sekolah, supaya anak-anaknya dan anak-anak orang kampung bisa sekolah.

Lalu Emak melakukan berbagai usaha untuk membiayai sekolah anak-anaknya. Ia tak cuma berladang menanam padi untuk makan, dan berkebun kelapa untuk menghasilkan uang. Ia berdagang dan menjadi perias pengantin.

Melalui usahanya itu Emak menghasilkan uang yang kami pakai untuk sekolah. Dari sekolah kami mendapat pekerjaan, kemudian bebas dari kemiskinan.

Kemiskinan sering menjadi lingkaran setan. Untuk bisa keluar dari kemiskinan orang memerlukan pendidikan, agar mereka mendapat gagasan tentang bagaimana hidup dan mencari nafkah lebih baik. Tapi pendidikan memerlukan biaya. Orang miskin tidak punya biaya. Maka orang miskin yang tidak punya biaya tidak bisa sekolah untuk mendapatkan pendidikan. Maka dia akan terus miskin.

Yang bisa memutus rantai lingkaran setan itu adalah terobosan. Pemerintah menyediakan pendidikan gratis, atau memberi beasiswa kepada siswa-siswa yang punya potensi baik. Orang-orang yang sudah punya kelebihan juga bisa ikut membantu. Di luar itu, wirausaha.

Wirausaha adalah hal yang unik. Tidak selalu diperlukan pendidikan tinggi untuk bisa melakukannya. Yang lebih diperlukan adalah kejelian, kemauan, dan kerja keras. Tentu saja juga diperlukan visi. Yang utama adalah kesadaran bahwa kita semua harus keluar dari kemiskinan.

Di kampung kami dulu ada beberapa orang yang sempat kaya dengan bisnis, memanfaatkan booming industri kayu yang marak di kecamatan. Sayangnya itu hanya sesaat. Tidak sedikit pengusaha kampung yang segera menghabiskan hasil usahanya pada hal-hal konsumtif tanpa berhitung.

Mereka mengira pendapatan dari usaha itu kekal. Mereka tidak melihat berbagai kemungkinan ke depan, kemudian berinvestasi secara aman untuk mengamankan masa depan. Anak-anak juga tidak dibekali dengan pendidikan yang memadai. Walhasil, ketika bisnis yang ditekuni mulai turun pamor, mereka kembali kepada kemiskinan.

Kesimpulan saya, pendidikan dan wirausaha itu penting. Tapi sebelum itu, yang lebih penting lagi adalah kesadaran dan visi. Sadar bahwa kita hidup dalam kemiskinan, dan menganggapnya sebagai masalah. Sadar bahwa kemiskinan harus ditinggalkan. Yakin bahwa kita bisa meninggalkannya. Kemudian memikirkan dan menjalankan berbagai usaha untuk meninggalkannya.

Kesadaran dan visi ini sebenarnya juga diperlukan oleh kita semua. Sadar bahwa hidup tidak boleh berhenti. Hidup harus berproses ke arah yang lebih baik, tidak jalan di tempat. Ini berlaku untuk berbagai hal: karir, taraf ekonomi, tingkat pendidikan, dan sebagainya. Kita yakin bahwa kita bisa lebih baik lagi. Yang terpenting, kita tidak pernah berhenti berikhtiar untuk lebih baik lagi.

Jalan di tempat adalah kejumudan. Kejumudan adalah kemiskinan gagasan dan visi. Maka setiap hari kita adalah perjuangan, usaha untuk keluar dari kemiskinan gagasan dan visi itu.

Tulisan Hasanudin Abdurakhman lain bisa dibaca juga di http://abdurakhman.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Sudah Kantongi Rp 7,65 Triliun dari Pajak Digital

Pemerintah Sudah Kantongi Rp 7,65 Triliun dari Pajak Digital

Whats New
Lelang Rumah Murah di Bogor, Harga Mulai Rp 150 Juta

Lelang Rumah Murah di Bogor, Harga Mulai Rp 150 Juta

Spend Smart
Bappebti Terbitkan Perba Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto

Bappebti Terbitkan Perba Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto

Whats New
Tawarkan Peluang Bisnis Kirim Paket ke Luar Negeri, Usahakurir Beri Penawaran Menguntungkan

Tawarkan Peluang Bisnis Kirim Paket ke Luar Negeri, Usahakurir Beri Penawaran Menguntungkan

Rilis
6 Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan dengan NIK KTP

6 Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan dengan NIK KTP

Whats New
BUMN ID Food Realisasikan Distribusi Migor 744.000 Liter ke Papua Indonesia Timur

BUMN ID Food Realisasikan Distribusi Migor 744.000 Liter ke Papua Indonesia Timur

Whats New
Turun Rp 5.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 5.000 Per Gram, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Whats New
Setahun Berdiri untuk UMKM Indonesia, Simak Deretan Fakta Menarik dari Kampus UMKM Shopee

Setahun Berdiri untuk UMKM Indonesia, Simak Deretan Fakta Menarik dari Kampus UMKM Shopee

Work Smart
Ekonom Perkirakan Inflasi Inti RI Naik Jadi 3,5 Persen, Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi

Ekonom Perkirakan Inflasi Inti RI Naik Jadi 3,5 Persen, Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan BBM Subsidi Pertalite-Solar agar APBN Tidak 'Jebol'

Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan BBM Subsidi Pertalite-Solar agar APBN Tidak "Jebol"

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Tiket AKAP DAMRI Kini Bisa Dipesan di Alfamart dan Indomaret

Tiket AKAP DAMRI Kini Bisa Dipesan di Alfamart dan Indomaret

Whats New
Kuota Solar dan Pertalite Menipis, BPH Migas Imbau Pemilik Mobil Beralih ke BBM Nonsubsidi

Kuota Solar dan Pertalite Menipis, BPH Migas Imbau Pemilik Mobil Beralih ke BBM Nonsubsidi

Whats New
Harga Minyak Mentah Naik, Usai IEA Perkirakan Pertumbuhan Permintaan 2022

Harga Minyak Mentah Naik, Usai IEA Perkirakan Pertumbuhan Permintaan 2022

Whats New
Penerimaan Pajak Capai Rp 1.028,5 Triliun hingga Juli 2022

Penerimaan Pajak Capai Rp 1.028,5 Triliun hingga Juli 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.