Muhammad Fajar Marta

Wartawan, Editor, Kolumnis 

Perbankan, Lokomotif atau Pengekor Pembangunan?

Kompas.com - 25/07/2016, 11:38 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorHeru Margianto

Sebagian besar bank cenderung malas, takut mengambil risiko, enggan mengembangkan daya analitis dan hanya menunggu datangnya “gula-gula pembangunan”.

Bank-bank macam ini biasanya mengembangkan strategi yang tidak sehat demi sekadar menyelamatkan keuntungan.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah memainkan suku bunga kredit dan suku bunga simpanan.

Karena tidak bisa mengandalkan volume penyaluran kredit, maka bank menaikkan margin keuntungan.

Caranya, dengan menurunkan bunga simpanan secepat mungkin dan menurunkan bunga kredit selambat mungkin.

Buktinya, rata-rata tertimbang suku bunga deposito selama periode Januari – Mei 2016 telah turun sekitar 72 basis poin (bp) ke level 6,79 persen.

Namun, rata-rata tertimbang suku bunga kredit dalam periode yang sama hanya 33 bp ke posisi 12,5 persen.

Dalam jangka pendek, strategi seperti ini memang akan mengamankan perolehan laba bank, namun dalam jangka panjang tentu akan menjadi bumerang.

Pelaku usaha yang sudah terhantam oleh lesunya perekonomian makin tercekik oleh bunga tinggi. Akibatnya kredit bermasalah akan meningkat sehingga merugikan bank itu sendiri.

Cara-cara seperti itu juga akan merugikan perekonomian nasional karena pertumbuhan kredit semakin mampet.

Maka dari itu, demi kebaikan bank sendiri sekaligus mendukung perekonomian nasional, sudah saatnya perbankan nasional mulai mempersiapkan diri menjadi lokomotif pembangunan.

Kompas TV Bank Indonesia Pangkas BI Rate Jadi 6,5%
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.