Bos BEI: "Reshuffle" Kabinet Tingkatkan Kepercayaan Investor di Pasar Modal

Kompas.com - 27/07/2016, 18:59 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad dan Dirut BEI Tito Sulistyo. KOMPAS.com/SABRINA ASRILPresiden Joko Widodo bersama Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad dan Dirut BEI Tito Sulistyo.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Momentum perubahan 14 menteri kabinet kerja membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan secara signifikan.

Sentimen positif ini juga turut membuat kapitalisasi pasar kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa sebesar Rp 5.676,6 triliun setelah rekor sebelumnya pada 20 Juli 2016 sebesar Rp 5.639,4 triliun.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengganggap, reshuffle kabinet kerja yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo kali ini bukan merupakan perombakan melainkan suatu penyempurnaan.

Perubahan jajaran menteri kabinet kerja diyakini Tito akan semakin menumbuhkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

"Bagi saya, tingkat kepercayaan yang tinggi akan membuat program amnesti pajak yang tengah kami jalankan bersama dengan pemerintah akan berhasil," ujar Tito di Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Menurut Tito, jika program amnesti pajak menuai keberhasilan, maka likuiditas pasar keuangan di Indonesia akan bertambah. 

Sehingga, akan memacu penurunan suku bunga perbankan dan kedepannya akan menjadi sentimen yang semakin positif bagi perkembangan industri pasar modal domestik, khususnya pergerakan IHSG.

Pada perdagangan intraday, IHSG sempat menembus level psikologis 5.300 poin dan ditutup menguat 0,9 persen atau 49,966 poin ke posisi 5.274,361 poin. Level tersebut merupakan capaian tertinggi di tahun ini.

Sepanjang tahun ini, IHSG telah menguat sebesar 14,83 persen. Pada perdagangan hari ini, nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 10,14 triliun atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata nilai transaksi perdagangan harian saham disepanjang 2016 sebesar Rp 5,96 triliun.

Sedangkan volume transaksi perdagangan saham pada hari ini berjumlah 5,93 juta saham atau jauh lebih tinggi dari rata-rata volume transaksi perdagangan harian di sepanjang 2016 sebesar 5,42 juta saham.

Frekuensi transaksi perdagangan saham pada hari ini mencapai 300.094 kali, lebih tinggi dibandingkan rata-rata frekuensi transaksi perdagangan saham sepanjang 2016 sebesar 246.163 kali.

Kompas TV BEI Torehkan Rekor Perdagangan Baru

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X