Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja, Menteri Airlangga Ingin Bangun Pendidikan Vokasi

Kompas.com - 28/07/2016, 09:30 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Fabian Januarius Kuwado/KOMPAS.comMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berencana akan meningkatkan kualitas tenaga kerja industri dengan pendidikan sekolah vokasi.

Menurut dia, pendidikan vokasi untuk meningkatkan professional training agar anak-anak bangsa mempunyai kemampuan untuk bekerja.

"Beberapa negara seperti Korea, Jepang, dan Jerman sangat terbuka untuk membantu Indonesia dalam pendidikan vokasi," ujar Airlangga di Kementerian Perindustrian, Rabu (27/7/2016).

Dia mengatakan, dalam membangun pendidikan vokasi pihaknya juga akan mendorong keterlibatan swasta.

Agar hal itu terlaksana diperlukan juga koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Keuangan untuk menentukan insentifnya.

Menurut Airlangga, di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah seharusnya Indonesia dapat meningkatkan tenaga kerja, hal ini karena tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia di tingkat ASEAN masih relatif rendah.

Hal itu juga untuk mendukung industri dalam negeri pemerintah harus mendorong investor sektor manufaktur agar berinvestasi di Indonesia.

Menurut dia, Presiden mengharapkan road map pertumbuhan ekonomi dapat naik lebih tinggi dari sekarang. Sebab dalam tiga tahun terkahir, menurut Presiden, banyak investor mau masuk tapi realisasinya sangat rendah. Oleh karena itu, kalau realisasi terbatas maka ada persoalan baru.

"Ini yang harus kami cari jalan keluarnya. Harapan Presiden, suatu negara akan maju bila  mampu menghadapi tantangan. Kami mengharapkan agar program Nawacita beliau bisa dikejar melalui pemerataan yang akan kami kejar bersama-sama," pungkas Airlangga.

Kompas TV Presiden Umumkan Reshuffle Kabinet Kerja

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penetapan NIP CPNS, Ini Dokumen-dokumen yang Wajib Diunggah

Penetapan NIP CPNS, Ini Dokumen-dokumen yang Wajib Diunggah

Whats New
Bandara Soekarno-Hatta Catat Rekor Jumlah Penumpang Tertinggi Selama Pandemi

Bandara Soekarno-Hatta Catat Rekor Jumlah Penumpang Tertinggi Selama Pandemi

Whats New
Harga Rp 300 Jutaan, Ini Lelang Rumah 2 Lantai di Bogor dan Tangerang

Harga Rp 300 Jutaan, Ini Lelang Rumah 2 Lantai di Bogor dan Tangerang

Spend Smart
Terus Merugi, Boeing Dikabarkan Bakal PHK 7.000 Karyawan

Terus Merugi, Boeing Dikabarkan Bakal PHK 7.000 Karyawan

Whats New
Telkom Hadirkan SEA Today, Ririek: Semoga Kanal Ini Bawa Indonesia Mendunia

Telkom Hadirkan SEA Today, Ririek: Semoga Kanal Ini Bawa Indonesia Mendunia

Whats New
Libur Panjang, Ini Jumlah Kendaraan yang Tinggalkan Jakarta dalam 2 Hari

Libur Panjang, Ini Jumlah Kendaraan yang Tinggalkan Jakarta dalam 2 Hari

Whats New
5 Rumah di Bekasi Dilelang Online, Harga Mulai Rp 120 Juta

5 Rumah di Bekasi Dilelang Online, Harga Mulai Rp 120 Juta

Spend Smart
Sidak Lapangan, KKP Ingin Pelaku Ekspor Benih Lobster Taati Aturan

Sidak Lapangan, KKP Ingin Pelaku Ekspor Benih Lobster Taati Aturan

Whats New
Perhatikan 3 Hal Ini Saat Transaksi Elektronik

Perhatikan 3 Hal Ini Saat Transaksi Elektronik

Spend Smart
Menkop Teten: UU Cipta Kerja Buka Ruang Konsolidasi Data Tunggal Koperasi dan UMKM

Menkop Teten: UU Cipta Kerja Buka Ruang Konsolidasi Data Tunggal Koperasi dan UMKM

Whats New
Upah Minimum Tak Naik, Tahun Depan Subsidi Gaji Berlanjut?

Upah Minimum Tak Naik, Tahun Depan Subsidi Gaji Berlanjut?

Whats New
Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Earn Smart
Teguran hingga Diberhentikan, Sanksi untuk Kepala Daerah yang Tak Ikuti SE Upah Minimum

Teguran hingga Diberhentikan, Sanksi untuk Kepala Daerah yang Tak Ikuti SE Upah Minimum

Whats New
Omzet Terpukul Pandemi, Pengusaha Minuman Ini Banting Setir Jual Ikan Cupang

Omzet Terpukul Pandemi, Pengusaha Minuman Ini Banting Setir Jual Ikan Cupang

Smartpreneur
BLT UMKM Diperpanjang, Kemenkop UKM Minta Pemda Lakukan Ini

BLT UMKM Diperpanjang, Kemenkop UKM Minta Pemda Lakukan Ini

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X