Dradjad H Wibowo
Ekonom

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ketua Pembina Sustainable Development Indonesia (SDI), Ketua Dewan Pakar PAN, dan Ketua Umum IFCC.

"Reshuffle" Jilid 2 Memperkuat Sistem Presidensial, tetapi...

Kompas.com - 28/07/2016, 12:01 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorHeru Margianto

Setiap desa mendapat jatah alokasi dasar sekitar Rp 566 juta, ditambah alokasi tambahan yang dihitung berdasarkan formula. Jumlah desa adalah 74.754 desa.

Kenapa setiap desa tidak ditugaskan membeli sapi bakalan dan melakukan penggemukan minimal 3 ekor sapi? Silakan dihitung sendiri tambahan pasokannya.

Menkeu Sri Mulyani jilid 1 berada sangat di "kanan", sangat KW. Pelaku pasar keuangan jelas senang.

Terlebih lagi, mereka—pelaku pasar keuangan—bisa memegang obligasi dalam dollar AS dengan kupon belasan persen. Saya pun suka. Hanya tidak tega saja membelinya. Bonus pertumbuhan ekonomi dari sektor keuangan juga bisa diperoleh.

Ringkasnya, sektor keuangan dan para pelakunya mungkin bisa tumbuh lebih cepat.

Namun, rakyat kita kan bukan hanya para elite pelaku sektor keuangan. Dan bukan hanya para birokrat sipil yang diuntungkan oleh reformasi birokrasi—yang mendapat kenaikan tunjangan signifikan, menambah beban negara, tapi tanpa kenaikan produktifitas yang berarti.

Karena itu, saya berharap Menkeu Sri Mulyani jilid 2 akan lebih "ke tengah". Ketika pulang, Menkeu berbicara tentang ketimpangan.

Kebijakan Menko Perekonomian/Menkeu Boediono dan Plt Menko Perekonomian/Menkeu Sri Mulyani dulu berkontribusi terhadap ketimpangan ini. Mudah-mudahan Menkeu jilid 2 bisa mengatasinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.