BNI Syariah Jajaki IPO untuk Jaring Dana dari "Tax Amnesty"

Kompas.com - 28/07/2016, 15:14 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Program pengampunan pajak atau tax amnesty bisa menjadi peluang alternatif menarik bagi perbankan syariah dalam mencari dana segar di pasar modal. Caranya, melalui mekanisme penawaran publik perdana (initial public offering/IPO).

Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono mengatakan, kebijakan tax amnesty akan menarik banyak dana segar yang masuk ke industri keuangan di Indonesia.

"Selain merger atau strategic partner, IPO jadi salah satu opsi yang menarik untuk bank syariah," ujar Imam di Jakarta, Kamis (28/7/2016).

Menurut Imam, dengan imbal hasil atau return on equity (ROE) 13 persen, aksi korporasi itu diharapkan menjadi sesuatu yang menarik bagi investor untuk membeli saham anak usaha BNI tersebut.

Namun, peluang BNI Syariah untuk melakukan IPO tergantung dari induk usaha yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

"Peluangnya besar, tetapi ya kembali lagi ini kewenangannya induk," imbuh Imam.

Meski bukan sebagai bank persepsi, namun BNI Syariah mengaku siap untuk mengampanyekan kebijakan pengampunan pajak jika ditunjuk untuk menjadi salah satu bank persepsi.

"Sejak Bank Muamalat berdiri lebih dari 20 tahun, dana syariah baru Rp 300 triliun, dengan target tax amnesti 6 bulan saja bisa Rp 500 triliun. Makanya, tax amnesty jika digaungkan tidak jadi masalah," pungkas Imam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.