Hari Kedua Jabat Menteri Perhubungan, Budi Karya Berencana Reaktivasi Rel Kereta Api

Kompas.com - 29/07/2016, 18:49 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) tengah berbincang dengan stafnya usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (27/7/2016). Fabian Januarius KuwadoMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) tengah berbincang dengan stafnya usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (27/7/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki kedua sebagai Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi berencana mengaktifkan kembali atau reaktivasi rel-rel atau pelintasan kereta api yang sudah lama tidak difungsikan penggunaannya.

"Saya melihat bahwa harus dilakukan reaktivasi rel kereta api yang sudah lama tidak difungsikan," ujar Budi Karya di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Menurut Budi Karya, jika rel-rel kereta api diaktifkan kembali, transportasi darat seperti bus maupun angkutan umum lain kepopulerannya akan memudar.

"Kalau diaktifkan kembali rel-rel yang sudah lama tidak terpakai, angkot dan bus tidak populer lagi," tandas Budi Karya.

Meski tidak menyebutkan berapa panjang lintasan yang akan di reaktivasi, tetapi dirinya menyebutkan bahwa daerah Jawa Barat memiliki pelintasan rel yang banyak dilakukan reaktivasi.

"Di Jawa Barat banyak, perlu dilakukan reaktivasi," ucap Budi Karya.

Budi Karya pun mempersilakan bila ada pihak swasta yang ingin turut serta dalam pengembangan reaktivasi rel-rel yang penggunaannya belum maksimal. "Selain KAI, bisa saja swasta yang mengelola itu," pungkas Budi Karya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X