Lalu Lintas Pelayaran di Selat Sunda Sudah Seharusnya Ditata Ulang

Kompas.com - 03/08/2016, 19:30 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

CILEGON, KOMPAS.com - Pemerintah menyatakan bahwa trafik pelayaran di Selat Sunda sudah setara dengan Selat Malaka yang notabene jalur utama pelayaran internasional. Namun hingga kini, selat yang memisahkan Pulau Jawa dan Sumatera itu belum memiliki pengaturan lalu lintas pelayaran seperti di Selat Malaka.

"Selat Sunda belum punya TSS yaitu traffic separation schemes atau skema pemisahan lalu lintas laut," ujar Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Kemaritiman Arief Havas Oegroseno di Cilegon, Rabu (3/8/2016).

Menurut Havas, skema pemisahan lalu lintas laut sudah diterapkan terlebih dahulu di Selat Malaka dan Selat Singapura. Skema itu dilakukan karena trafik pelayaran di selat tersebut sudah sangat padat.

Saat ini lalu lintas di Selat Malaka dan Singapura sudah terpisah. Kapal-kapal yang masuk dan keluar dari selat tersebut sudah memiliki jalur masing-masing.

Sedangkan di Selat Sunda sendiri, trafik pelayarannya dari tahun ke tahun terus meningkat. Data terbaru, trafik pelayaran di selat tersebut sudah mencapai 70.000 pergerakan per tahun, atau setara dengan Selat Malaka.

Namun, jalur pelayarannya belum terpisah seperti di Selat Malaka dan Singapura. Akibatnya, potensi terjadinya kekacauan lalu lintas pelayaran sangat besar. Artinya, skema lalu lintas di Selat Sunda memang harus ditata.

"Pada 1970-an itu (pergerakan kapal) cuma 7.000 kapal per tahun, sekarang sudah 70.000 di Selat Sunda. Jadi perlu TSS," kata Havas.

Belum lama ini kata Havas, ada kapal tanker yang hampir kandas lantaran menabrak karang di Selat Sunda.

Kejadian itu membuat niat pemerintah menata lalu lintas pelayaran di selat tersebut kian besar. Meski begitu, pemerintah akan menunggu hasil survei dan pemetaan Selat Sunda terlebih dahulu untuk dijadikan data penataan lalu lintas pelayaran.

Kompas TV Wilayah Perairan Indonesia Rawan Pembajakan?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp 755 Miliar

Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp 755 Miliar

Whats New
Lowongan Kerja di Taulany TV, Perusahaan Milik Andre Taulany, Simak Posisi yang Dicari

Lowongan Kerja di Taulany TV, Perusahaan Milik Andre Taulany, Simak Posisi yang Dicari

Whats New
Hasil Prafinalisasi Pendataan Tenaga non-ASN 2022 Diumumkan, Ini Link dan Tahapannya

Hasil Prafinalisasi Pendataan Tenaga non-ASN 2022 Diumumkan, Ini Link dan Tahapannya

Whats New
Skema KPBU Proyek IKN Tarik Minat Investor Asing

Skema KPBU Proyek IKN Tarik Minat Investor Asing

Whats New
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 46 Resmi Dibuka, Klik www.prakerja.go.id

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 46 Resmi Dibuka, Klik www.prakerja.go.id

Whats New
Pengemudi inDriver Difasilitasi Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pengemudi inDriver Difasilitasi Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
11 Indeks Sektoral Kompak Menguat, IHSG Parkir di Zona Hijau

11 Indeks Sektoral Kompak Menguat, IHSG Parkir di Zona Hijau

Whats New
OJK: Jumlah Investor Pasar Modal Capai 9,76 Juta pada September 2022

OJK: Jumlah Investor Pasar Modal Capai 9,76 Juta pada September 2022

Whats New
Jokowi Dorong Perusahaan Besar Lakukan Bina Lingkungan dan Dampingi UMKM

Jokowi Dorong Perusahaan Besar Lakukan Bina Lingkungan dan Dampingi UMKM

Rilis
Mereka yang Bangkit Melalui PaDi UMKM di Tengah Sulitnya Perekonomian

Mereka yang Bangkit Melalui PaDi UMKM di Tengah Sulitnya Perekonomian

Whats New
Dirut Pupuk Kaltim Beberkan 3 Kunci Kesuksesan Penerapan ESG dalam Operasional Bisnis

Dirut Pupuk Kaltim Beberkan 3 Kunci Kesuksesan Penerapan ESG dalam Operasional Bisnis

Whats New
Astra Bakal Bagikan Dividen Sebesar Rp 3,56 Triliun, Simak Jadwalnya

Astra Bakal Bagikan Dividen Sebesar Rp 3,56 Triliun, Simak Jadwalnya

Whats New
Batas dan Pembayaran PDAM Setiap Tanggal Berapa?

Batas dan Pembayaran PDAM Setiap Tanggal Berapa?

Spend Smart
Ditjen Pajak Kaji Rencana Penunjukan Tokopedia dkk Jadi Pemungut Pajak

Ditjen Pajak Kaji Rencana Penunjukan Tokopedia dkk Jadi Pemungut Pajak

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Kembali Perkasa Terhadap Dollar AS, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Kembali Perkasa Terhadap Dollar AS, Ini Penyebabnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.