Gubernur Ganjar Tak Khawatir Transfer Daerah Dipotong

Kompas.com - 05/08/2016, 09:30 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo pasrah apabila dana transfer daerah ke Jawa Tengah terpaksa harus dipotong, menyusul keputusan pemotongan anggaran sebesar Rp 68,8 triliun.

Keputusan tersebut disepakati dalam sidang kabinet di istana negara, Rabu (3/8/2016).

"Kalau saya melihatnya begini, kalau transfer dari pusat itu dipotong lebih banyak lagi, dan karena kondisinya bisa terjelaskan duitnya enggak ada, ya mau bilang apa?" kata Ganjar, di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Kamis (4/8/2016).

Ganjar menyadari betul kondisi perekonomian yang lagi morat-marit memaksa pemerintah melakukan penyesuaian rancangan belanja. Ganjar juga membenarkan langkah Kementerian Keuangan yang lantas disetujui oleh Presiden RI Joko Widodo untuk dilakukan kembali pemotongan anggaran.

"Ekonomi lagi kacau ini. Maka rancangan-rancangan kemarin itu tidak tercapai. Ya betul, yang tidak prioritas harus dipotong," ucapnya. "Kalau tidak (dipotong) rumusnya tinggal satu, utang. Pilihannya tinggal itu saja. Anda memotong atau Anda mengutang," tuturnya lagi.

Sementara itu, ditanya soal sumber-sumber pertumbuhan ekonomi apabila dana transfer daerah dipangkas, Ganjar menyampaikan pada dasarnya dana untuk pembangunan daerah, atau pembangunan infrastruktur misalnya, bisa datang dari mana saja yang ada di daerah.

"Tinggal bagaimana Pemda menggunakan resources yang ada di tingkat daerah. Apa itu? Kami punya perbankan, perbankan BUMN, ada CSR, atau barangkali mau menerbitkan obligasi daerah atau municipal bond, atau kredit infrastruktur dari PT SMI. Ini contoh-contoh saja," terangnya.

Sebagai informasi dalam sidang kabinet Rabu, pemerintah menyepakati akan dilakukan pemangkasan anggaran sebesar Rp 133,8 triliun, terdiri dari pemotongan anggaran Kementerian/Lembaga sebesar Rp 65 triliun, dan dana transfer daerah sebesar Rp 68,8 triliun.

Namun, meskipun anggaran belanja akan dipangkas lagi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan tetap akan ada pelebaran defisit menjadi 2,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Taksiran mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini lebih tinggi dari perkiraan dalam APBN-P 2016 yang sebesar 2,35 persen dari PDB.

Kompas TV Perbaikan Jalan Alternatif Terkendala Anggaran
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.