Susi Ungkap Ada Jaringan Mafia yang Suplai Bom Ikan ke Nelayan

Kompas.com - 05/08/2016, 11:30 WIB
 Polda Bangka Belitung menyita kapal yang membawa bom ikan di laut Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (24/6/2016). KOMPAS.com/HERU DAHNUR Polda Bangka Belitung menyita kapal yang membawa bom ikan di laut Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (24/6/2016).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan bahwa praktik penangkapan ikan menggunakan bom ikan masih marak terjadi. Ia langsung menyebut adanya peran mafia perikanan di balik itu semua.

"Itu jaringan dari mafia bom ikan. Jadi masyakarat disuplai untuk mengebom," ujar Susi saat jumpa pers di rumah dinasnya, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Pernyataan Susi bukan tanpa dasar. Belum lama ini Bea Cukai, dan Polisi Air (Polair) menangkap kapal yang membawa bom ikan dalam jumlah besar di Medan, Pangkep, dan Kendari.

Selain kota-kota tersebut, Susi mengatakan bahwa Nusa Tenggat Timur juga menjadi pusat penggunaan bom ikan.

Selama ini penggunaan bom untuk menangkap ikan sudah banyak memakan korban mulai dari nelayan hingga hancurnya karang yang merupakan biota laut yang sangat berharga.

"Kerusakan sumberdaya alam luar biasa yang disebabkan bom ikan. Koral dan sumberdaya perikanan hancur dan tidak bisa diperbaiki dalam waktu singkat karena membutuhkan waktu bertahun-tahun. Koral itu hanya tumbuh 2 cm per tahun," kata Susi.

Pemerintah ucap Susi, akan mengambil langkah tegas kepada siapapun yang terbukti menyuplai bom-bom ikan kepada para nelayan.

Kompas TV Indonesia Protes Intervensi Tiongkok di Natuna

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X