Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ingin Punya Kartu Kredit dengan Mudah? Gunakan 4 Cara Ini

Kompas.com - 05/08/2016, 12:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kartu kredit sudah menjadi alat bantu transaksi keuangan sehari-hari yang popular di kalangan masyarakat.

Kemudahan pemakaian kartu kredit menjadi salah satu alasan penyebab kepopuleran kartu kredit. Penundaan pembayaran transaksi ke tanggal jatuh tempo dan fitur lain seperti diskon dan cashback dapat membantu kamu berhemat.

Bagi kamu yang ingin punya kartu kredit, baik kartu kredit pertama atau baru lagi, ada 4 cara mudah yang bisa kamu lakukan:

1. Manfaatkan orang sales yang nongkrong di pusat perbelanjaan

Salah satu cara termudah untuk mengajukan aplikasi kartu kredit adalah mendekati orang-orang sales yang biasa nongkrong di pusat perbelanjaan, seperti di dekat ATM center. Kelebihan menggunakan cara ini adalah biasanya ada promosi seperti gratis biaya tahunan di tahun pertama. Jangan lupa untuk meminta salinan formulir aplikasi yang kamu berikan ya.

2. Direferensikan teman

Saat teman kamu kebetulan ditelepon untuk ditawari membuat kartu kredit oleh bank, minta temanmu tersebut untuk mereferensikan nama kamu juga. Pihak sales bank untung karena mendapat dua calon, sedangkan kamu juga untung karena bisa langsung ikutan mengajukan aplikasi kartu kredit.

Terkadang saat ada pihak sales bank yang berkunjung ke kantor untuk mengambil aplikasi teman kamu, kamu bisa ikutan nimbrung. Jadi, kamu bisa langsung mengajukan instan.

3.Langsung menuju ke website bank yang diinginkan

Saat ini, kebanyakan bank sudah memiliki website sendiri. Tidak hanya menampilkan informasi soal produk perbankan, biasanya mereka juga menyediakan online form untuk dapat kamu isi langsung agar dapat mengajukan kartu kredit. Nanti kamu akan dihubungi oleh petugas untuk proses lebih lanjutnya.

Daftar langsung di website bank memang mudah kalau kamu sudah tahu produk kartu kredit yang cocok untuk kamu. Kalau tidak tahu, maka cara yang paling baik adalah cara terakhir berikutnya.

4. Gunakan situs perbandingan kartu kredit online
Salah satu kebiasaan banyak orang adalah ikut-ikutan tren memiliki kartu kredit tanpa memikirkan apakah kartu kredit tersebut berguna atau tidak. Yang penting pokoknya punya kartu kredit. Apakah kamu termasuk yang ikutan tren semata?

Kalau kamu ingin punya kartu kredit dengan tujuan untuk membuat kamu lebih hemat dan sejahtera, kamu perlu mencari tahu produk kartu kredit yang pas untuk kamu.

Contohnya, kamu sering jajan makanan di restoran tapi malah mengajukan kartu kredit yang lebih dikhususkan untuk traveling. Akibatnya, kartu kredit tersebut jadi kurang berguna.

Namun ingat, gunakan kartu kredit dengan bijak. Jika memang belum mampu untuk menggunakan dan mengelola penggunaannya, sebaiknya tidak usah memaksakan untuk memiliki kartu kredit.

Kompas TV Tips Kelola Utang Kartu Kredit Setelah Lebaran

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Whats New
'Startup' Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

"Startup" Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

Whats New
Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Whats New
4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

Spend Smart
Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Whats New
Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Whats New
Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Whats New
Kisah Sukses Bisnis Elizabeth Bertahan Lebih dari 60 Tahun, Awalnya Bermodal Rp 10.000

Kisah Sukses Bisnis Elizabeth Bertahan Lebih dari 60 Tahun, Awalnya Bermodal Rp 10.000

Smartpreneur
Masih Belum Terima Gaji ke-13? Ini Data Teranyar Penyalurannya

Masih Belum Terima Gaji ke-13? Ini Data Teranyar Penyalurannya

Whats New
OJK: Kredit Kendaraan Listrik Tembus Rp 4,39 Triliun per April 2024

OJK: Kredit Kendaraan Listrik Tembus Rp 4,39 Triliun per April 2024

Whats New
OJK: Industri Fintech Lending Mulai Cetak Laba

OJK: Industri Fintech Lending Mulai Cetak Laba

Whats New
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan agar Klaim Asuransi Tak Ditolak

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan agar Klaim Asuransi Tak Ditolak

Spend Smart
OJK Belum Beri Sinyal Positif Soal Pencabutan Moratorium Izin 'Fintech Lending'

OJK Belum Beri Sinyal Positif Soal Pencabutan Moratorium Izin "Fintech Lending"

Whats New
Ini Penyebab Pemanfaatan Panas Bumi Belum Jadi Prioritas dalam Kebijakan Transisi Energi di RI

Ini Penyebab Pemanfaatan Panas Bumi Belum Jadi Prioritas dalam Kebijakan Transisi Energi di RI

Whats New
Kunjungi China, Luhut Tawarkan Proyek Baterai hingga Durian

Kunjungi China, Luhut Tawarkan Proyek Baterai hingga Durian

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com