Ekonomi Gonjang-ganjing, Sebaiknya Investasi Emas atau Saham?

Kompas.com - 11/08/2016, 08:06 WIB
Pabrik pengolahan feronikel PT Antam (Persero) Tbk di Sulawesi Tenggara Dok AntamPabrik pengolahan feronikel PT Antam (Persero) Tbk di Sulawesi Tenggara
|
EditorLatief

Di antara produk Antam—sebutan familiar untuk perusahaan ini—adalah emas batangan dan nikel. Emas batangan tetap menjadi daya tarik bagi investor yang berniat mengamankan nilai aset dan memenuhi kebutuhan industri untuk produk konsumer.

Adapun nikel merupakan salah satu logam yang dibutuhkan banyak industri lain—seperti otomotif, perumahan, dan transportasi—untuk menghasilkan produk akhir. Salah satu produk akhir yang butuh pasokan tetap nikel adalah stainless steel.

Terlebih lagi, Indonesia juga sedang bersiap menyongsong era produksi logam dasar di dalam negeri. Di situ dibutuhkan kehadiran smelter, untuk mengolah bahan baku menjadi bahan dasar.

Diversifikasi usaha menjadi langkah Antam merespons dinamika perekonomian hari ini. Selain memastikan pasokan bahan baku, ragam usaha lain juga dikembangkan, termasuk unit yang menangani pemurnian bahan tambang (smelter).

"Kami terus mengejar penyelesaian smelter. Kami sebelumnya memiliki lima proyek, satu sudah berjalan,  satu lagi segera rampung, lalu yang tiga lagi dikejar untuk selesai dalam 2-3 tahun lagi," ujar Direktur Utama PT Antam (Persero) Tbk, Tedy Badrujaman, Rabu (3/8/2016).

Salah satu smelter itu akan mengolah hasil penambangan PT Freeport Indonesia. Dari sana, akan didapatkan kandungan emas yang dapat dimanfaatkan Antam untuk usahanya.

Tak hanya rencana "mengolah" anoda slime dari PT Freeport Indonesia, Antam juga berencana membangun smelter alumina, seperti dilakukan dalam kerja sama dengan PT Inalum.

Dari produk yang sudah dikenal publik, Antam juga terus menggenjot inovasi, termasuk untuk emas batangan Logam Mulia (LM) yang sudah dikenal luas.

"Dari kemasan kami buat baru, untuk meminimalkan risiko. Lalu, kami buat juga edisi LM bermotif batik,” kata Tedy.

Dok Antam Dirut PT Antam (Persero) Tbk Tedy Badrujaman (kanan, baju putih). Foto diambil dalam sesi wawancara khusus dengan Kompas.com, Rabu (3/8/2016)

Ke depan, perusahaan ini bahkan mengincar pasar perhiasan tertentu berbahan dasar emas. Sekarang, mereka telah membangun 13 butik untuk melayani penjualan LM dan rencana produk perhiasan ini.

Direktur Marketing PT Antam (Persero) Tbk, Hari Widjajanto, mengatakan produk LM bermotif batik ini bisa menjadi item koleksi pada masa mendatang.

"Kami juga menyediakan LM edisi khusus, seperti misalnya Idul Fitri atau Natal, selain LM motif batik," imbuh Hari, pada kesempatan yang sama.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X