Kompas.com - 11/08/2016, 12:47 WIB
Konferensi Pers Workshop Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di Hotel Grand Hyatt, Kamis (11/8/2016). Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.comKonferensi Pers Workshop Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di Hotel Grand Hyatt, Kamis (11/8/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga kini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menerima setidaknya 3.832 pengaduan dari masyarakat. 

Pengaduan tersebut merupakan akumulasi sejak tahun 2013 lalu hingga 1 Agustus 2016.

Kepala Eksekutif Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono menjelaskan, jumlah pengaduan terbesar adalah di bidang perbankan, yakni 53 persen.

"Keluhan terbanyak di bidang perbankan terkait dengan kredit nasabah," kata Kusumaningtuti dalam seminar Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) di Hotel Grand Hyatt, Kamis (11/8/2016).

Kusumaningtuti mengungkapkan, masalah yang paling banyak diadukan masyarakat melalui call center OJK adalah persoalan restrukturisasi kredit.

Nasabah melayangkan keluhan ketika kredit menuju gejala tidak lancar. Selain itu, pengaduan terbanyak setelah kredit adalah persoalan mengenai jaminan atau kolateral.

Adapun pengaduan berikutnya terkait perbankan, yakni alat pembayaran menggunakan kartu (APMK).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, karena APMK juga merupakan bagian dari unit kerja Bank Indonesia (BI) sebagai regulator sistem pembayaran, maka OJK bekerja sama dengan BI untuk mengelola pengaduan dan keluhan masyarakat terkait hal tersebut.

"Karena BI juga menangani sistem pembayaran, maka kita sama-sama dan sepakat, kalau ada komplain terkait sistem pembayaran, kami kerja sama dengan unit di BI," ujar Kusumaningtuti.

Pada kesempatan yang sama, Himawan Soebiantoro dari Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Indonesia (LAPSPI) mengungkapkan, tipografi terbesar pengaduan dan sengketa di bidang perbankan adalah persoalan terkait kredit nasabah.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hippi Sebut Putusan MK soal UU Cipta Kerja Tak Pengaruhi Iklim Investasi, Ini Sebabnya

Hippi Sebut Putusan MK soal UU Cipta Kerja Tak Pengaruhi Iklim Investasi, Ini Sebabnya

Whats New
Pahami Periode Tanggal Tagihan Listrik 2021 agar Tak Kena Denda

Pahami Periode Tanggal Tagihan Listrik 2021 agar Tak Kena Denda

Spend Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
KSEI Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

KSEI Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Omicron Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Omicron Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Sejarah Hari Korpri yang Diperingati PNS Setiap 29 November

Sejarah Hari Korpri yang Diperingati PNS Setiap 29 November

Whats New
Tolak UMP 2022, Hari Ini Buruh Kembali Berdemo

Tolak UMP 2022, Hari Ini Buruh Kembali Berdemo

Whats New
Ini Alasan Pemerintah Tak Berlakukan 'Lockdown' Hadapi Varian Omicron

Ini Alasan Pemerintah Tak Berlakukan "Lockdown" Hadapi Varian Omicron

Whats New
Kembangkan Wirausaha Muda, Ini yang Dilakukan Bank Mandiri

Kembangkan Wirausaha Muda, Ini yang Dilakukan Bank Mandiri

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Daftar 8 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia | Varian Baru Covid-19 Bikin Bursa Rontok

[POPULER MONEY] Daftar 8 Negara yang Dilarang Masuk Indonesia | Varian Baru Covid-19 Bikin Bursa Rontok

Whats New
Cegah Omicron, WNI yang Baru Kunjungi 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Cegah Omicron, WNI yang Baru Kunjungi 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Whats New
Cara Bisnis Pertashop: Syarat, Modal, Lahan, dan Cara Daftarnya

Cara Bisnis Pertashop: Syarat, Modal, Lahan, dan Cara Daftarnya

Earn Smart
Penjelasan Lengkap Luhut soal Pengetatan Perjalanan Masuk Indonesia

Penjelasan Lengkap Luhut soal Pengetatan Perjalanan Masuk Indonesia

Whats New
Potensi Nilai Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang Capai 12 Juta Dollar AS

Potensi Nilai Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang Capai 12 Juta Dollar AS

Whats New
Termasuk Hongkong, WNA yang Singgah di 11 Negara Ini Dilarang Masuk RI

Termasuk Hongkong, WNA yang Singgah di 11 Negara Ini Dilarang Masuk RI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.