Kemenperin Kembangkan Mobil Perdesaan Buatan Anak Negeri

Kompas.com - 12/08/2016, 08:19 WIB
Konsep mobil pedesaan sudah pernah dipamerkan Daihatsu di IIMS 2010, bernama F-Concept. marssilhouette.wordpress.comKonsep mobil pedesaan sudah pernah dipamerkan Daihatsu di IIMS 2010, bernama F-Concept.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perindustrian menyatakan tengah mengembangkan mobil perdesaan, mulai dari perancangan, spesifikasi, hingga varian produk.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya tengah mengembangkan prototipe kendaraan perdesaan, dan pengerjaannya diserahkan kepada para siswa SMK 2 Klaten Jawa Tengah.

“Mobil perdesaan ini kami yang desain. Nanti sifat produksinya bukan mass production, melainkan job order. Variannya akan disesuaikan dengan kontur perdesaan masing-masing,” ujarnya.

Pengembangan mobil perdesaan yang dilakukan anak bangsa ini ditargetkan akan menggunakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 90 persen.

Adapun pemenuhan kebutuhan permesinan akan dilakukan dengan menggandeng perusahaan yang sudah andal. “Saat ini, kami sedang cari ‘bapak angkat’ yang bisa kerja sama mengenai mesin dan transmisinya,” tutur Airlangga.

Kemenperin saat ini tengah memproses pendaftaran hak paten untuk mobil perdesaan ini.

“Setahun ini kita harapkan bisa selesai semua. Kalau hak paten, kita harapkan bisa secepatnya,” ungkapnya.

Airlangga menyampaikan, Kemenperin telah memfasilitasi pembentukan sentra otomotif di Jawa Tengah sebagai pusat pengembangan desain dan prototipe kendaraan perdesaan.

Tujuannya untuk mewujudkan kemandirian industri dalam negeri. Saat ini, sentra otomotif di Jawa Tengah yang telah difasilitasi sebagai proyek percontohan adalah pusat desain dan prototyping bodi SMK 2 Klaten, pusat desain dan prototyping kendaraan di SMK 2 Solo, serta pusat desain dan pengujian kendaraan di Solo Techno Park.

Menperin menjelaskan, kendaraan multiguna yang digunakan di perdesaan berfungsi sebagai alat angkut serta untuk mengolah hasil pertanian dan perkebunan yang dapat disesuaikan dengan daerah penghasil.

Peluang pasar untuk kendaraan perdesaan, menurut Airlangga, masih cukup besar dengan segmen di bawah 1.000 cc.

Kemenperin juga telah memfasilitasi pembentukan Institut Otomotif Indonesia (IOI) untuk menjadi mitra strategis dalam upaya membantu penyempurnaan dan desain produk menuju produksi termasuk penyiapan program layanan purnajual.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X