Kompas.com - 12/08/2016, 16:20 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Seperti terjadi di semua asuransi lain, ada banyak peraturan yang harus dipahami pula oleh pembeli polis. Untuk asuransi pendidikan, salah kaprah yang paling kerap terjadi adalah urusan siapa yang menjadi tertanggung di sini.

Menurut Joice Tauris Santi, salah satu penulis buku Selami Asuransi Demi Proteksi Diri, banyak pembeli asuransi pendidikan yang mencantumkan nama anak sebagai tertanggung.

"(Padahal, untuk asuransi pendidikan) seharusnya tertanggung adalah orangtua," kata Joice, Senin (8/8/2016).

Tertanggung untuk segala asuransi, lanjut perempuan yang juga perencana keuangan ini, adalah pihak yang dilindungi oleh kontrak asuransi tersebut. Jadi, ketika terjadi risiko terhadap tertanggung, ahli warisnya akan menjadi penerima manfaat.

Lalu, tujuan asuransi adalah memproteksi penghasilan atau aset. Setiap keluarga jamak punya banyak rencana, seperti membeli rumah, berekreasi, atau di sini mempersiapkan dana pendidikan.

Rencana-rencana itu memerlukan biaya yang dikumpulkan dari penghasilan suami atau istri. Sepanjang suami atau istri bekerja dan masih mendapatkan penghasilan serta rajin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mencapai tujuan keuangan keluarga, kemungkinan besar rencana itu akan tercapai.

Akan tetapi, ketika terjadi risiko terhadap suami atau istri--seperti menderita penyakit, kecelakaan sehingga tidak mampu bekerja lagi, atau bahkan meninggal dunia--penghasilan pun tak lagi bisa diharapkan untuk mewujudkan rencana-rencana itu.

Di sinilah asuransi punya peran, dengan tujuan asuransi dan ketepatan penyebutan tertanggung menjadi penting.

Menggunakan proteksi asuransi--termasuk pendidikan--akan menyediakan uang pertanggungan ketika risiko menimpa tulang punggung ekonomi keluarga.

Uang pertanggungan ini yang kemudian dapat dipakai untuk melanjutkan rencana seperti menyekolahkan anak seperti rencana semula, walaupun tidak ada lagi sokongan dana dari orangtua.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.