Ini Langkah Pemerintah Kurangi Pengangguran di Tahun Depan

Kompas.com - 17/08/2016, 05:53 WIB
Bambang Brodjonegoro saat berjabat tangan di acara serah terima jabatan Menteri Keuangan di Jakarta, Rabu (27/7/2016) Yoga SukmanaBambang Brodjonegoro saat berjabat tangan di acara serah terima jabatan Menteri Keuangan di Jakarta, Rabu (27/7/2016)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada tahun 2017 ada di rentang 5,3 persen hingga 5,6 persen. Target ini lebih baik dibanding proyeksi TPT di tahun 2016 yang sebesar 5,7 persen dari jumlah angkatan kerja.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro menuturkan, untuk mencapai target TPT itu, pemerintah akan mengambil kebijakan yang mendorong penciptaan lapangan kerja.

“Pemerintah akan mendorong pembangunan infrastruktur lebih luas, melalui penyediaan anggaran infrastruktur baik melalui APBN maupun infrastruktur yang pembiayaannya melalui BUMN dan swasta. Dalam jangka pendek, program inii akan menciptakan kesempatan kerja, dan dalam jangka menengah dan panjang dapat meningkatkan kapasitas ekonomi,” tutur Bambang di Jakarta, Selasa (16/8/2016).

Selain itu, imbuh Bambang, pemerintah juga akan mendorong investasi khususnya investasi di industri padat karya. Di sisi sumber daya manusia, pemerintah juga akan mempersiapkan tenaga kerja dengan keahlian tertentu sesuai dengan permintaan industri atau investor.

“Salah satu program prioritas 2017 adalah meningkatkan pendidikan vokasi dan keahlian tenaga kerja kepada sekitar 1,1 juta tenaga kerja,” ucap Bambang.

Mantan Menteri Keuangan itu menambahkan, pemerintah akan mempertajam program APBN yang ditujukan langsung untuk menciptakan kesempatan kerja dan peningkatan kapasitas.

Pada 2017, pemerintah mengalokasikan dana desa lebih besar kepada seluruh desa di Indonesia, mencapai Rp 60 triliun. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan APBNP 2016 yang hanya Rp 47 triliun.

“Pemanfaatan dana desa ini sebesar-besarnya untuk melayani masyarakat, seperti program pemberdayaan masyarakat dan untuk pembangunan sarana/prasarana di perdesaan. Namun, harus memenuhi syarat sesuai dengan kebutuhan desa dan menggunakan sumber daya lokal agar terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja di desa,” jelas Bambang.

Kompas TV Sejuta Senyum Untuk "Precious One"

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendag Terapkan Kebijakan DMO dan DPO Minyak Goreng

Kemendag Terapkan Kebijakan DMO dan DPO Minyak Goreng

Whats New
Ditarget Capai Realisasi Investasi Rp 1.200 Triliun, Ini 3 Strategi Menteri Bahlil

Ditarget Capai Realisasi Investasi Rp 1.200 Triliun, Ini 3 Strategi Menteri Bahlil

Whats New
'Sesuai Arahan Bapak Presiden, Tidak Ada Warung Kopi di Dunia Tanpa Kopi Indonesia...'

"Sesuai Arahan Bapak Presiden, Tidak Ada Warung Kopi di Dunia Tanpa Kopi Indonesia..."

Whats New
171 Perusahaan Sudah Diperbolehkan Ekspor Batu Bara

171 Perusahaan Sudah Diperbolehkan Ekspor Batu Bara

Whats New
XL Axiata Caplok Saham Link Net Senilai Rp 8,72 T, Bos Grup Lippo: Sejalan dengan Rencana Bisnis

XL Axiata Caplok Saham Link Net Senilai Rp 8,72 T, Bos Grup Lippo: Sejalan dengan Rencana Bisnis

Rilis
Grab Bagikan 5 Tips Aman Menggunakan Taksi Online

Grab Bagikan 5 Tips Aman Menggunakan Taksi Online

Whats New
IMF Kritik Burden Sharing Kemenkeu-BI, Ini Respons Sri Mulyani

IMF Kritik Burden Sharing Kemenkeu-BI, Ini Respons Sri Mulyani

Whats New
Tol Serpong Ruas Jalan Pamulang-Cinere Segera Uji Laik Fungsi

Tol Serpong Ruas Jalan Pamulang-Cinere Segera Uji Laik Fungsi

Whats New
Harga Aset Kripto Bitcoin Dkk Terus Turun, Apakah Masuk Fase 'Crypto Winter' Seperti 2018?

Harga Aset Kripto Bitcoin Dkk Terus Turun, Apakah Masuk Fase "Crypto Winter" Seperti 2018?

Earn Smart
Ini 4 Dokumen yang Dibebaskan dari Bea Materai Rp 10.000

Ini 4 Dokumen yang Dibebaskan dari Bea Materai Rp 10.000

Spend Smart
Empat Kawasan Industri di Jatim dan PGN Kerja Sama Pemanfaatan Gas Bumi

Empat Kawasan Industri di Jatim dan PGN Kerja Sama Pemanfaatan Gas Bumi

Rilis
Outlook Keuangan Keluarga Syariah 2022

Outlook Keuangan Keluarga Syariah 2022

Earn Smart
Realisasi Investasi 2021 Rp 901,2 Triliun, Bahlil: Lampaui Target dari Perintah Presiden

Realisasi Investasi 2021 Rp 901,2 Triliun, Bahlil: Lampaui Target dari Perintah Presiden

Whats New
Sasar Proyek Grup Waskita hingga IKN, WSBP Target Kontrak Baru 2022 Tumbuh 30 Persen

Sasar Proyek Grup Waskita hingga IKN, WSBP Target Kontrak Baru 2022 Tumbuh 30 Persen

Rilis
Kabar Gembira, Pemerintah Perpanjang Insentif PPh Final UMKM

Kabar Gembira, Pemerintah Perpanjang Insentif PPh Final UMKM

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.