Moody's Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China

Kompas.com - 18/08/2016, 13:57 WIB
Pembangunan Shanghai Tower dimulai pada bulan November 2008 dan hanya soal waktu untuk terselesaikan dengan biaya Rp 31 triliun. Pembangunan Shanghai Tower dimulai pada bulan November 2008 dan hanya soal waktu untuk terselesaikan dengan biaya Rp 31 triliun.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

NEW YORK, KOMPAS.com - Agensi rating, Moody's Investors Service menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China. Hal ini didasarkan kepada stimulus kebijakan fiskal dan moneter yang signifikan.

Moody's menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China menjadi 6,6 persen pada tahun 2016 dan 6,3 persen pada tahun 2017. Sebelumnya, Moody's memproyeksikan pertumbuhan ekonomi China pada posisi 6.3 persen pada tahun 2016 dan 6,1 persen pada tahun 2017.

"Perlambatan dan penyeimbangan kembali ekonomi China cenderung akan berlangsung secara gradual. Dengan demikian, kami tidak memperkirakan China tidak akan memberikan tarikan signfikan terhadap prospek pertumbuhan global untuk tahun 2016 dan 2017," kata Madhavi Bokil, analis senior Moody's seperti dikutip dari CNBC, Kamis (18/8/2016).

Ekonomi China telah melambat dan bahkan melaporkan titik terendahnya dalam 25 tahun pada tahun 2015.

Para analis memprediksi bahwa implikasi pertumbuhan jangka panjang cenderung akan mendorong stimulus lanjutan, khususnya dari sisi fiskal di tengah kecemasan adanya tambahan pelonggaran moneter dapat membuat gejolak di sektor properti.

Bank sentral China, People's Bank of China (PBOC) telah melakukan beberapa tahapan pelonggaran, termasuk menurunkan rasio cadangan wajib minimum perbankan dan memangkas suku bunga.

Menurut Moody's, outlook yang lebih baik terhadap China cenderung akan membantu menstabilkan outlook bagi ekonomi negara-negara berkembang pula.

Moody's menyatakan pula, perbaikan dalam harga komoditas dan arus modal yang lebih baik pun akan membantu negara berkembang.

Moody's menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara G20 masing-masing 0,2 persen, menjadi 4,4 persen pada tahun 2016 dan 5 persen pada tahun 2017.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X