Ini Jawaban Kemenperin Terkait Wacana Harga Rokok Tembus Rp 50.000

Kompas.com - 21/08/2016, 12:34 WIB
Seorang pekerja sedang memproses pembuatan rokok kretek. KOMPAS.COM/AMIR SODIKINSeorang pekerja sedang memproses pembuatan rokok kretek.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini, beredar wacana harga rokok akan menembus angka Rp 50.000. Naiknya harga rokok tersebut disebabkan oleh kenaikan cukai rokok yang diperkirakan hingga dua kali lipat.

Namun, Bagaimanakah tanggapan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait dengan kabar tersebut.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, dirinya belum ketahui rencana kenaikan harga rokok hingga Rp 50.000.

Sebab, kata dia, sampai saat ini Kemenperin belum bertemu dengan pemangkun kepentingan terkait untuk bicarakan kenaikan harga rokok.

Menurut dia, kenaikan harga rokok harus diperhitungkan terlebih dahulu. Itu dilakukan untuk menghindari adanya pihak yang dirugikan akibat kenaikan harga rokok tersebut.

"Harus diperhitungkan dengan cermat berapa kenaikan harga yang optimal dengan mempertimbakan berbagai segi," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, di Jakarta, Minggu (21/8/2016).

Panggah juga menuturkan, kenaikan harga rokok jangan sampai mematikan industri rokok kecil menengah.

"Dan juga jangan sampai kenaikan terlalu drastis justru penerimaan negara turun," ucap dia.

Namun, Panggah belum bisa menyebabkan berapa Ideal kenaikan harga rokok tersebut.

"Saya belum bisa menentukan besarnya," kata dia.

Kompas TV Indonesia Sudah Darurat soal Merokok?

 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X