UMKM Ini Berhasil Tembus Pasar Nasional, Apa Strateginya?

Kompas.com - 22/08/2016, 06:58 WIB
Tim BSN dan MASTAN DPW Jawa Tengah mendatangi tempat produksi bandeng presto milik Hartini Darmono bsn.go.idTim BSN dan MASTAN DPW Jawa Tengah mendatangi tempat produksi bandeng presto milik Hartini Darmono
|
EditorLatief

Belajar dari cerita sukses Ibu Darmono, pelaku UMKM di Indonesia semestinya bisa mengikuti langkahnya. Terlebih, saat ini UMKM di Indonesia tak hanya bersaing dengan produk lokal saja, tapi juga produk dari negara Asia Tenggara sebagai dampak berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

UMKM lokal pun mau tidak mau harus meningkatkan kualitas produknya. Salah satu caranya dengan mendapatkan sertifikasi SNI terhadap produknya. Kenapa harus SNI?

Produk yang sudah mendapat sertifikat SNI adalah produk yang telah memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan dalam SNI. Hal itu dibuktikan melalui penilaian terhadap proses produksi dan produknya telah diuji di laboratorium penguji yang kompeten. Jadi, konsumen tak ragu-ragu lagi membeli dan memakai produk yang sudah ber-SNI.

Tujuh tahapan

Nah, bagi para pelaku UMKM yang ingin produknya mendapatkan sertifikasi SNI harus melalui proses yang terdiri tujuh tahapan. Pertama, pelaku usaha harus mengecek terlebih dahulu terkait SNI produk yang ingin disertifikasi.

Cara mengeceknya pun mudah tinggal mengunjungi situs sisni. bsn.go.id. Dan apabila produk tersebut belum ada Standar Nasional Indonesia-nya maka tak bisa disertifikasi sesuai SNI.

Bila produk tersebut ada SNI-nya barulah masuk ke tahap kedua. Pada fase ini pemohon harus mencari Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang sesuai dengan ruang lingkup produk yang ingin disertifikasi.

Cara mencarinya pun sama dengan tahap pertama yaitu mengecek melalui laman sisni.bsn.go.id. Pastikan LSPro yang dituju harus sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Tahap ketiga adalah mengirimkan berbagai dokumen permohonan, seperti fotokopi akte notaris perusahaan, SIUP, TDP, NPWP, surat pendaftaran merk dari dirjen HAKI ke LSPro terkait. Pada tahap ini pemohon bisa langsung mendatangi LSPro tersebut.

Setelah pemohon mengirimkan semua berkas yang disyaratkan kepada LSPro barulah masuk ke tahap keempat. Di fase ini LSPro akan meninjau kelengkapan dan kebenaran dokumen permohonan UMKM.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X