Menteri Desa: Persoalan Ekonomi di Desa adalah Pengolahan Pasca-panen

Kompas.com - 22/08/2016, 10:00 WIB
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

T: Sebagai menteri baru, program-program apa yang akan dijalankan?

J: Tentunya kami harus meneruskan apa yang telah ditetapkan oleh penduhulu. Karena APBN setiap saat tidak bisa diubah. Kami tinggal dorong supaya penyerapan lebih cepat, supaya pemanfaatannya juga lebih tepat sasaran. 

Untuk mencapai itu kami harus libatkan semua pengaku kepentingan. Karena ada 74.754 desa, yang tidak mungkin diatasi sendiri. Setiap saya berkunjung ke lapangan, setiap desa itu unik. Jadi tidak mungkin kami tahu setiap desa kebutuhannya apa. Makanya saya libatkan Gubernur, Bupati, Camat untuk berikan masukan-masukan. 

Seperti contohnya kunjungan ke Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) kemarin. Kami berikan entraktor. Ternyata disitu tanahnya keras, traktor tangan tidak bisa, mesti pakai traktor. Supaya kejadian itu tidak terulang lagi, makanya kami minta masukan itu.

Menurut saya, perbaikan desa itu tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Pemerintah hanya menjadi pemberi stimulus agar pemangku kepentingan di negara ini mau turun membangun desa.

Arahan Presiden, agar semua kementerian bersinergi. Misalnya, untuk membangun daerah pertanian yang tahu kan Kementerian pertanian. Konsultasi ke Menteri Pertanian, program-program apa yang belum dijalankan. 

Desa perlu juga infrastruktur untuk micro-financing, Nah itu kami kerja sama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), supaya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)  bisa kerja sama dengan bank-bank BUMN. BUMDes bisa jadi channel link untuk menyalurkan KUR (kredit Usaha rakyat).

Kami juga akan bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengangkat BUMDes yang sukses. Karena BUMDes yang sukses tidak perlu dinvestasi lagi.

Nah ini ada beberapa BUMdes yang sukses, akan kami jadikan model sekaligus training center. Jadi desa-desa lain bisa lihat. Kami akan kirim mereka untuk belajar, kami biayai, nantinya pulang membawa pengetahuan. Daripada kami bikin training center modulnya belum tentu cocok. 

Saya lihat di desa juga belum fokus produk-produk tertentu. Jadi desa kadang-kadang tanam bawang, kadang tanam cabe. Jadi kalau orang mau cari susah, udah mau cari bawang di desa ini udah tanam cabai. Harusnya seperti pasar Tanah Abang. seluruh dunia tahu Tanah Abang itu gudang tekstil. Jadi walaupun ruko kecil omzetnya besar, karena fokus. 



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Transaksi 'Digital Banking' Melesat, Per April Tembus Rp 5.338,4 Triliun

Transaksi "Digital Banking" Melesat, Per April Tembus Rp 5.338,4 Triliun

Whats New
Sudah Dinanti Para Pekerja, Kapan SBU 2022 Cair?

Sudah Dinanti Para Pekerja, Kapan SBU 2022 Cair?

Whats New
Waskita Karya Kantongi Rp 3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk, untuk Apa Saja?

Waskita Karya Kantongi Rp 3,28 Triliun dari Penerbitan Obligasi dan Sukuk, untuk Apa Saja?

Whats New
Harga Ikan Lele dan Cabai Naik, Cek Harga Pangan Hari Ini

Harga Ikan Lele dan Cabai Naik, Cek Harga Pangan Hari Ini

Spend Smart
ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

ILO: Transisi Energi Bakal Ciptakan 5 Juta Lapangan Pekerjaan

Whats New
Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik 'Blast Furnace'

Krakatau Steel Tandatangani Kerja Sama Pengembangan Pabrik "Blast Furnace"

Whats New
Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Likuiditas Melimpah, Suku Bunga Kredit Belum Akan Naik Signifikan

Whats New
PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

PNBP Perikanan Tangkap Terus Meningkat, Kini Capai Rp 512,38 Miliar

Whats New
Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Semangat Kerja di Usia Senja, Driver Ojol ini Masih Giat Ngaspal

Earn Smart
Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Deteksi Wabah PMK, Kementan Minta Pemda Optimalkan Puskeswan

Whats New
Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Netflix Bakal Pasang Iklan, Apa Pengaruhnya pada Jumlah Pelanggan?

Spend Smart
OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

OJK: Kinerja Intermediasi Lembaga Keuangan Terus Meningkat

Whats New
Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Dalam Gelaran WEF 2022, Bos GoTo Tekankan Pentingnya Inklusi Digital dalam Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Whats New
Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Cegah Penyebaran Penyakit PMK, Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

Whats New
MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

MCAS Group Gandeng PT Pos Indonesia Kembangkan Fitur Kendaraan Listrik di Aplikasi Pospay

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.